Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah bersiap membentuk 237 Koperasi Merah Putih di 193 desa dan 44 kelurahan hingga tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari inisiatif nasional yang dicanangkan Kementerian Koperasi dan UKM untuk memperkuat ekonomi kerakyatan di seluruh Indonesia.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan Kukar siap mengawal pembentukan koperasi dari nol hingga operasional. “Sesuai arahan Bupati dan pemerintah pusat, kami akan mendampingi setiap tahap, dari pembentukan hingga terbit akta notaris,” kata Arianto.
Tahapan awal sudah dimulai sejak awal 2024. Menurut Arianto, koordinasi intens dilakukan melalui rapat virtual bersama Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, dan dilanjutkan dengan rapat tatap muka di Pendopo Odah Etam bersama Wakil Menteri Koperasi. Dalam pertemuan tersebut, seluruh daerah di Kalimantan Timur berkomitmen membentuk koperasi paling lambat 28 Mei 2025.
Berdasarkan informasi dari dpmdukarkab.go.id, pembentukan koperasi di desa dan kelurahan sejalan dengan upaya penguatan kelembagaan ekonomi lokal. DPMD Kukar mencatat, selama 2023, total ada lebih dari 700 kelompok usaha masyarakat yang aktif, namun belum semuanya memiliki struktur koperasi resmi.
Proses lanjutan pada Juni 2025 akan difokuskan pada pendampingan pembuatan akta notaris. Setelah itu, Kukar akan mengikuti peluncuran nasional 80.000 koperasi Merah Putih yang dijadwalkan berlangsung Juli 2025 dan diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo. “Kami pastikan Kukar hadir dan berkontribusi dalam peluncuran itu,” tegas Arianto.
Fase berikutnya adalah pelaksanaan kegiatan usaha koperasi mulai Agustus hingga Oktober 2025. Pemerintah pusat telah menyiapkan skema pembiayaan dengan pinjaman antara Rp3 miliar hingga Rp5 miliar per koperasi. Skema ini diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan usaha lokal.
Menurut data dari kukarkab.go.id, lebih dari 62 persen penduduk Kukar tinggal di wilayah pedesaan. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kehadiran koperasi sebagai lembaga ekonomi yang mampu menjangkau akar rumput dan membuka akses permodalan bagi warga desa.
Pemerintah Kukar optimistis program ini dapat menciptakan kemandirian ekonomi di tingkat desa. “Kami yakin koperasi Merah Putih akan menjadi tulang punggung baru ekonomi kerakyatan Kukar,” pungkas Arianto.
(Adv/DiskominfoKukar)


