UMKM Kukar Dapat Suntikan Modal Bebas Bunga dari BPR

redaksi

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kutai Kartanegara, Ahyani Fadianur Diani

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kukar memantapkan dukungannya kepada pelaku UMKM melalui Program “Kredit Kukar Idaman” yang disalurkan lewat BPR Ingertad. Program ini makin menegaskan kepedulian Pemkab dalam memperkuat ekonomi lokal lewat akses modal tanpa bunga dan tanpa agunan.

Asisten II bidang Ekonomi dan Pembangunan, Ahyani Fadianur Diani, menyebut bahwa program ini sudah berjalan efektif. Program tersebut memberikan plafon pinjaman antara Rp 5 juta hingga Rp 50 juta tanpa bunga dan tanpa agunan, sehingga pelaku usaha kecil mendapat akses kredit legal dengan mudah.

Skena ini bukan hanya sekadar solusi finansial. Menurut Ahyani, program ini juga menjadi edukasi strategis agar masyarakat terhindar dari jerat pinjaman online ilegal. “Ini sangat membantu UMKM, memungkinkan mereka mengakses modal secara aman dan legal,” katanya.

Nilai program ini makin meningkat karena Bankaltimtara juga turut menyediakan Kredit Kukar Idaman dengan plafon hingga Rp 25 juta dan tenor hingga 24 bulan. Pinjaman di bawah Rp 10 juta tidak memerlukan agunan, mempercepat proses pengajuan UMKM.

Model akses kredit seperti ini bahkan diganjar sebagai model bagi daerah lain untuk ditiru karena sistemnya sederhana, inklusif, dan biaya rendah.

Ahyani juga memaparkan bahwa keseriusan Pemkab Kukar terhadap BPR tidak hanya berhenti pada pembiayaan. Pemerintah mempertimbangkan untuk memperkuat peran BPR sebagai mitra lokal strategis lewat kemungkinan penambahan kepemilikan saham. Jika terealisasi, BPR bisa tampil sebagai alternatif lembaga keuangan yang lebih fleksibel dalam memenuhi kebutuhan lokal.

RUPSLB yang digelar juga digunakan untuk mengevaluasi kinerja BPR sekaligus memastikan lembaga ini benar-benar melayani kebutuhan pembangunan ekonomi daerah secara inklusif dan terukur. Ariani menegaskan, BPR jangan sampai terjebak dalam pola pelayanan stagnan tapi harus terus berinovasi agar tetap relevan.

Ke depan, sinergi yang kuat antara Pemkab, BPR, dan UMKM diharapkan mampu menghadirkan sistem permodalan yang egaliter dan memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah. Bank lokal yang sehat dan proaktif menjadi kunci untuk menjaga geliat usaha kecil tetap tumbuh dan berkembang di Kukar.

(Adv/DiskominfoKukar)

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?