Distriknews.co, Jakarta – Harga Bitcoin melonjak tajam dan sempat menyentuh level psikologis Rp 2 miliar per koin hari ini. Data dari berbagai platform perdagangan kripto menunjukkan nilai tukar BTC terhadap Rupiah mulai mendekati atau melampaui angka tersebut.
Menurut CoinGecko, harga 1 BTC mencapai sekitar Rp 1,986,798,910 pada 14 Agustus 2025. Sementara data dari Google Finance dan Binance menampilkan harga serupa, yaitu di kisaran Rp 1,986–1,989 miliar. Beberapa momen intraday bahkan mencatat puncak hingga Rp 2,004,484,970, menandai rekor tertinggi sepanjang masa untuk Bitcoin dalam Rupiah.
Lonjakan ini didorong oleh prediksi para analis bahwa Bitcoin bisa tembus angka USD 120.000, yang setara dengan sekitar Rp 2 miliar per BTC (dengan asumsi kurs Rp 16.600–16.800 per dolar AS). Standard Chartered bahkan memproyeksikan potensi nilai Bitcoin mencapai USD 200.000 atau Rp 3,3 miliar dalam waktu dekat jika momentum pasar terus terjaga.
Proyeksi ini didukung oleh tiga faktor. Pertama, premi tinggi di pasar obligasi AS menciptakan tekanan keuangan yang mendorong investor mencari aset alternatif. Kedua, investor besar (whales) melakukan akumulasi agresif. Ketiga, semakin banyak produk ETF Bitcoin yang memfasilitasi investor institusional dan ritel turut memasuki pasar.
Memantau data terbaru, CoinGecko menyebut kapitalisasi pasar Bitcoin tembus Rp 39.672 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai Rp 1.063 triliun. Lonjakan ini memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset kripto unggulan global.
Prospek pasar masih positif. Investor dan pemantau pasar diimbau terus mengikuti tren harga dan informasi ekonomi global. Perlu diingat volatilitas tinggi khas kripto, sehingga keputusan investasi sebaiknya disertai riset matang.


