Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Halaman Mapolres Kutai Kartanegara dipenuhi peserta berseragam dan membawa alat sumpit tradisional, Sabtu (27/6/2026) pagi. Sebanyak 194 peserta dari berbagai daerah mengikuti perlombaan sumpit yang digelar Polres Kukar dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.
Kompetisi tersebut diikuti 131 peserta putra dan 63 peserta putri yang datang tidak hanya dari wilayah Kutai Kartanegara, tetapi juga dari sejumlah daerah lain di Kalimantan.
Sejak pagi, suasana perlombaan berlangsung meriah. Para peserta tampak fokus mengarahkan bidikan menuju sasaran yang telah disiapkan panitia sambil sesekali mendapat dukungan dari keluarga maupun rekan sesama peserta yang memadati arena lomba.
Berbeda dengan olahraga menembak pada umumnya, olahraga sumpit tidak hanya mengandalkan kekuatan tiupan semata, melainkan juga membutuhkan konsentrasi, ketenangan, dan kestabilan agar anak sumpit dapat tepat mengenai titik sasaran dengan nilai tertinggi.
Kapolres Kukar, Khairul Basyar, mengatakan antusiasme peserta cukup tinggi karena perlombaan diikuti peserta dari berbagai daerah di Kalimantan.
“Pesertanya ada dari berbagai daerah di Kukar, serta diikuti dari luar daerah seperti Bontang, Kalimantan Barat hingga Kalimantan Utara,” ujarnya.
Dalam perlombaan tersebut, setiap peserta memperoleh kesempatan melakukan 10 kali tembakan yang dibagi ke dalam tiga sesi berbeda. Sesi pertama dilakukan dengan posisi berdiri, kemudian dilanjutkan sesi kedua dengan posisi jongkok, dan sesi terakhir kembali menggunakan posisi berdiri.
Setiap anak sumpit yang mengenai papan sasaran akan memperoleh poin sesuai posisi tembakan. Nilai tertinggi berada di lingkaran tengah dengan skor 10 poin dan peserta dengan akumulasi nilai terbesar akan keluar sebagai juara.
“Poin paling tinggi berada di bagian tengah yaitu 10. Jika peserta konsisten mengenai angka tertinggi dan memperoleh total nilai terbaik maka akan dinobatkan sebagai pemenang,” jelas Khairul Basyar.
Selain memperebutkan medali, panitia juga menyiapkan uang pembinaan dengan total hadiah mencapai puluhan juta rupiah bagi para pemenang di berbagai kategori yang diperlombakan.
Menurut Kapolres, penyelenggaraan lomba ini bukan hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada 1 Juli 2026 mendatang, tetapi juga sebagai bentuk dukungan Polri terhadap pelestarian budaya lokal masyarakat Kalimantan.
Olahraga sumpit sendiri merupakan warisan budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun dan hingga kini masih menjadi bagian dari identitas masyarakat di Pulau Kalimantan.
“Melalui lomba sumpit tradisional ini, Polres Kukar ingin berperan dalam pelestarian budaya lokal sekaligus mempererat tali silaturahmi antara Polres Kukar dan masyarakat, khususnya dari Kukar,” tandasnya.
Reporter: Muhammad Zailany


