Distriknews.co, TEGALGONDO, Malang, 22 Agustus 2026 – Dalam upaya mendorong transformasi digital di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah Aisyiyah Kelompok 57 dan 58 menggelar program sosialisasi, edukasi, dan digitalisasi UMKM di Perumahan IKIP, Desa Tegalgondo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, pada Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “UMKM Go Digital, Optimalisasi Branding dan Pemanfaatan AI untuk Bersaing di Era Modern” ini merupakan program unggulan dari Kelompok KKN MAs 57, yang kemudian berkolaborasi dengan Kelompok 58. Kerja sama ini diwujudkan melalui peran dua anggota Kelompok 58, yaitu Hasrawati dan Gama Dian Rhamadan, yang bertindak sebagai pemateri inti dalam kegiatan tersebut.
Acara yang dihadiri oleh Ibu Aisiyah selaku perwakilan warga tersebut bertujuan untuk membekali pelaku UMKM setempat dengan keterampilan strategis dalam menghadapi tantangan ekonomi digital. Materi yang disampaikan mencakup tiga pilar utama: pentingnya sosialisasi dan edukasi untuk mengubah pola pikir usaha konvensional, strategi optimalisasi branding untuk memperkuat identitas produk, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung pemasaran dan efisiensi usaha.
Dalam sesi praktik, Gama Dian Rhamadan memberikan contoh langsung cara menggunakan AI untuk membuat konten promosi.
“AI ini kita fungsikan sebagai asisten gratis. Tugas ibu-ibu cukup memberikan perintah, nanti AI yang membantu membuatkan kata-kata jualan yang menarik dan desain yang estetik sehingga produk lebih mudah laku” ujar saya Gama Dian Rhamadan.
Para peserta kemudian diajak mencoba membuat caption dan desain iklan produk menggunakan ponsel masing-masing.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa sinergi antar kelompok KKN MAs dapat menghasilkan program yang lebih berdampak. Kami menghadirkan materi yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif agar pelaku UMKM di Tegalgondo siap go digital,” ujar salah satu perwakilan panitia.
Senada dengan itu, Hasrawati, selaku pemateri inti dari Kelompok 58, menegaskan bahwa digitalisasi bukanlah hal yang rumit dan mahal. Menurutnya, kunci utama transformasi digital justru dimulai dari pemanfaatan perangkat yang sudah dimiliki sehari-hari.
“Digitalisasi bukan tentang membeli teknologi mahal. Ini tentang menggunakan ponsel di tangan kita untuk membuka pintu bagi masa depan bisnis yang lebih besar, efisien, dan menguntungkan,” tegas Hasrawati di hadapan para peserta.
Kegiatan di Perumahan IKIP ini sejalan dengan upaya penguatan potensi lokal yang menjadi fokus utama kehadiran KKN MAs di Desa Tegalgondo, serta merespons kebutuhan pelaku UMKM di Kecamatan Karangploso untuk meningkatkan daya saing melalui teknologi. Dengan adanya program ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat mengoptimalkan pemasaran produk dan memperluas jangkauan pasar di era yang semakin terkoneksi secara digital.
Penulis: Hasrawati


