Distriknews.co, TENGGARONG – Orang tua korban dugaan keracunan usai mengonsumsi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berharap ada bentuk kompensasi dari penyelenggara program. Harapan tersebut muncul setelah sejumlah orang tua harus meninggalkan pekerjaan untuk mendampingi anak-anak mereka menjalani perawatan.
Hingga Rabu (5/8/2026), tercatat masih ada empat anak yang menjalani perawatan di Puskesmas Sebulu I. Mereka merupakan bagian dari 85 penerima manfaat MBG yang sebelumnya mengalami keluhan seperti mual, muntah, dan sakit perut setelah menyantap makanan yang didistribusikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sebulu Ulu pada Senin (3/8/2026).
Salah seorang orang tua korban, Nur, mengaku anaknya mengalami muntah-muntah setelah mencicipi menu MBG yang disajikan di sekolah. Selama proses perawatan, ia harus menghentikan sementara aktivitasnya sebagai buruh harian lepas demi mendampingi sang anak.
Menurut Nur, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap perekonomian keluarga karena penghasilannya bergantung pada pekerjaan harian.
“Pihak keluarga meminta kalau bisa biaya kompensasi untuk kerugian mental anak dan kita yang bolak-balik juga membutuhkan biaya, seperti makan, BBM dan lainnya,” ujarnya.
Ia berharap ada kebijakan dari penyelenggara program untuk membantu meringankan beban keluarga korban.
“Kami sangat mengharapkan ada kemurahan hati dari mereka, apalagi kami sampai meninggalkan pekerjaan. Artinya, kalau tidak bekerja, kami tidak mendapatkan uang,” katanya.
Menanggapi permintaan tersebut, Kepala SPPG Sebulu Ulu, Rahmatullah Ananda Putra, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan keputusan mengenai kemungkinan pemberian kompensasi kepada para korban.
Menurutnya, saat ini seluruh perhatian SPPG masih difokuskan pada penanganan kejadian serta koordinasi dengan pemerintah daerah, Dinas Kesehatan, dan instansi terkait.
“Kami fokuskan penanganan lebih cepat. Kalau untuk kompensasi, saya belum bisa menjawab dan belum pastikan akan ada atau tidak,” ujar Rahmatullah.
Ia menambahkan, SPPG Sebulu Ulu masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan dari pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti insiden yang mengakibatkan puluhan penerima manfaat mengalami gangguan kesehatan. Hasil investigasi tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan, termasuk evaluasi terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di wilayah tersebut.
Reporter: Muhammad Zailany


