Wakapolda Kaltim Baru Sowan ke Sultan Kutai, Perkuat Silaturahmi dan Jaga Kondusivitas Daerah

redaksi

Distriknews.co Tenggarong – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Timur (Wakapolda Kaltim) yang baru, Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo, melakukan silaturahmi dan sowan ke Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin, di Kedaton Kesultanan Kutai, Sabtu (24/1/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian pengenalan diri sekaligus penguatan hubungan antara institusi kepolisian dan Kesultanan Kutai.

Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo resmi menjabat sebagai Wakapolda Kaltim setelah sebelumnya mengemban tugas sebagai Wakapolda Riau. Serah terima jabatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Kaltim dan digelar di Gedung Mahakam Polda Kaltim pada Sabtu (17/1/2026).

Dalam kunjungannya ke Kesultanan Kutai, Brigjen Pol Adrianto hadir bersama sejumlah pejabat utama Polda Kaltim, di antaranya Direktur Intelkam, Direktur Lalu Lintas, serta Direktur Reserse Narkoba. Ia menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk penghormatan dan pendekatan kekeluargaan sebagai pejabat baru di Kalimantan Timur.

“Kunjungan ini merupakan silaturahmi dan kekeluargaan kami untuk bisa diterima di sini. Sebagai pejabat baru, kami istilahnya kulonuwun, mohon izin sebagai orang yang lebih muda dan orang baru,” ujar Brigjen Pol Adrianto.

Ia juga menyampaikan bahwa selama empat hari bertugas di Kalimantan Timur, dirinya berupaya membangun komunikasi dengan berbagai pihak. Selain bersilaturahmi, rombongan juga melakukan ziarah serta memperkuat jalinan kebersamaan.

Sementara itu, perwakilan Kesultanan Kutai, Pangeran Hario Notonegoro, menyampaikan bahwa kunjungan Wakapolda Kaltim merupakan bentuk adab dan etika yang dijunjung tinggi oleh pejabat kepolisian tersebut.

“Beliau baru menjabat Wakapolda, datang bersilaturahmi, sowan kepada ayahanda Sultan, sekaligus meminta petuah. Kami melihat beliau sangat santun dan menjunjung tinggi adab,” ungkap Pangeran Hario.

Ia menegaskan bahwa Kesultanan Kutai selalu terbuka menyambut siapa pun yang datang dengan niat baik. Menurutnya, nilai falsafah Kesultanan Kutai, yakni Bhinneka Tunggal Swaka, menjadi landasan untuk menjaga persatuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Pangeran Hario juga menambahkan pesan Sultan agar kondusivitas daerah terus dijaga dengan prinsip “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.” Pendekatan pentahelix melalui kolaborasi tokoh adat, agama, pemuda, dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga stabilitas Kalimantan Timur, terlebih dengan keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN).

“Ketika daerah kondusif, pembangunan bisa berjalan baik, investasi masuk, dan pada akhirnya bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Baca juga

Bagikan: