Bupati Kukar Pastikan Pemulihan Korban Kebakaran Kampung Baru Dipercepat, Rumah hingga Dokumen Warga Akan Dibantu

redaksi

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, meninjau lokasi kebakaran dan bersilaturahmi dengan para korban, Sabtu (18/7/2026).

Distriknews.co, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan percepatan penanganan bagi warga terdampak kebakaran di Jalan AM Sangaji, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tenggarong. Berbagai bentuk bantuan disiapkan, mulai dari pemulihan tempat tinggal, perlengkapan sekolah, hingga pengurusan dokumen penting yang ikut musnah dalam musibah tersebut.

Komitmen itu disampaikan langsung Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, saat meninjau lokasi kebakaran dan bersilaturahmi dengan para korban, Sabtu (18/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, bupati juga berdialog dengan warga untuk memastikan kebutuhan mendesak dapat segera ditangani.

Aulia mengatakan, berdasarkan data sementara terdapat delapan rumah yang hangus terbakar, tiga rumah mengalami kerusakan ringan, dan satu rumah lainnya ikut terdampak. Menurutnya, pemerintah daerah tidak akan membiarkan warga menghadapi musibah tersebut sendirian.

“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan hadir di tengah masyarakat untuk membantu menyelesaikan permasalahan ini. Seluruh program yang kami miliki akan kami turunkan agar warga dapat segera pulih dari bencana,” ujar Aulia.

Ia menjelaskan, fokus utama pemerintah saat ini adalah mengembalikan aktivitas masyarakat agar dapat berjalan normal. Anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah akan dibantu mendapatkan kebutuhan belajar yang baru, pelaku usaha akan didorong agar dapat kembali menjalankan usahanya, sedangkan warga yang kehilangan dokumen penting akan difasilitasi proses pengurusannya.

Selain itu, pemerintah juga segera mengaktifkan program rehabilitasi rumah pascakebakaran melalui Dinas Perumahan dan Permukiman. Aulia mengaku telah menginstruksikan jajaran terkait untuk segera menindaklanjuti proses pembangunan kembali rumah-rumah yang terdampak sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami sudah meminta Dinas Perumahan dan Permukiman agar segera mengeksekusi program pemulihan rumah pascakebakaran. Mekanismenya nanti akan dibahas bersama lurah dan camat agar sesuai regulasi,” katanya.

Sementara itu, Lurah Kampung Baru, Bayu Ramanda Baninugraha, menyampaikan bahwa musibah tersebut mengakibatkan 16 kepala keluarga atau 58 jiwa kehilangan tempat tinggal. Para korban untuk sementara mengungsi di rumah kerabat yang sebagian besar masih berada di sekitar lokasi kebakaran sehingga memudahkan proses pendataan maupun penyaluran bantuan.

“Sebagian besar korban tinggal sementara di rumah keluarga yang lokasinya masih berdekatan. Jadi ketika ada kegiatan atau penyaluran bantuan, mereka bisa segera berkumpul,” jelas Bayu.

Ia menambahkan, pemerintah kelurahan saat ini berperan sebagai fasilitator, sedangkan tindak lanjut teknis dilakukan oleh organisasi perangkat daerah sesuai kewenangannya. Berbagai bantuan darurat juga telah disalurkan oleh Dinas Sosial, BPBD, Kecamatan Tenggarong, Kodim melalui Koramil, Baznas, serta sejumlah pihak lainnya dalam bentuk uang tunai, sembako, dan pakaian layak pakai.

Di akhir keterangannya, Bayu mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya dengan rutin memeriksa instalasi listrik di rumah, terutama bangunan yang kosong maupun rumah kontrakan. Menurutnya, kebakaran bangunan di kawasan perkotaan memiliki risiko yang jauh lebih besar dibandingkan kebakaran lahan sehingga langkah pencegahan harus menjadi perhatian bersama.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?