Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XLVI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus dimatangkan. Hingga awal Agustus 2026, kesiapan penyelenggaraan dilaporkan telah mencapai sekitar 80 persen.
Perkembangan tersebut disampaikan Sekretaris Umum LPTQ Kukar, Fairus Khalil, usai mengikuti Rapat Koordinasi dan Evaluasi Persiapan Pelaksanaan MTQ XLVI Provinsi Kalimantan Timur yang dipimpin Sekretaris Daerah Kukar selaku Ketua Panitia di Ruang Eksekutif Kantor Bupati Kukar, Rabu (5/8/2026).
Fairus mengatakan rapat tersebut bertujuan memastikan sejauh mana progres persiapan di setiap bidang sebelum pelaksanaan MTQ tingkat provinsi.
“Pak Sekda selaku Ketua Panitia ingin memastikan sejauh mana persiapan yang sudah kami laksanakan. Dalam rapat tadi kami sampaikan bahwa, insya Allah, secara umum persiapan sudah mencapai sekitar 80 persen. Berbagai bidang seperti arena, perhubungan, transportasi, keamanan, dan lainnya sudah dipersiapkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pusat kegiatan MTQ akan dipusatkan di Kompleks Perkantoran Bupati Kutai Kartanegara. Arena utama akan berada di halaman Kantor Bupati, sedangkan area pameran dari masing-masing kabupaten dan kota direncanakan menempati area parkir sisi selatan kantor bupati. Sementara stan UMKM akan dipusatkan di kawasan pujasera.
Adapun pelaksanaan 23 cabang lomba akan tersebar di sejumlah lokasi, di antaranya Ruang Serbaguna, Gedung Bappeda, Aula BPKAD, Dinas PUPR, Dinas Pendidikan, Dispora hingga Sekretariat DNI di belakang Kampung Budaya, sesuai kebutuhan masing-masing cabang perlombaan.
Untuk akomodasi peserta, Fairus mengatakan setiap kabupaten dan kota akan mengatur penginapan secara mandiri. Panitia hanya menyiapkan daftar hotel, penginapan, dan homestay sebagai referensi. Khusus Kafilah Kutai Kartanegara akan ditempatkan di Sekretariat Pramuka Kukar dan Wisma TKK, sedangkan Hotel Grand Elty dan Grand Fatma disiapkan bagi Dewan Hakim serta tim dari LPTQ Provinsi.
“Kalau satu kafilah lengkap berjumlah sekitar 80 orang. Jika seluruh kabupaten/kota mengirimkan kafilah lengkap, diperkirakan ada sekitar 1.000 orang yang datang ke Kutai Kartanegara, termasuk official dan pendukung,” jelasnya.
Fairus mengakui pencairan anggaran pelaksanaan masih menunggu proses APBD Perubahan. Meski demikian, ia memastikan seluruh tahapan persiapan tetap berjalan sesuai rencana melalui koordinasi yang intensif dengan Pemerintah Kabupaten Kukar dan LPTQ Provinsi Kalimantan Timur.
“Memang saat ini dana pelaksanaan masih belum cair karena masih berada dalam anggaran perubahan. Mudah-mudahan pada waktunya nanti dana tersebut bisa dicairkan. Berdasarkan pemetaan dan mitigasi yang sudah kami lakukan, seluruh persiapan sejauh ini berjalan sesuai rencana,” katanya.
Menurutnya, pembiayaan MTQ berasal dari dua sumber, yakni APBD Kabupaten Kutai Kartanegara dan anggaran LPTQ Provinsi Kalimantan Timur. Pembiayaan Dewan Hakim, panitia provinsi serta hadiah juara menjadi tanggung jawab provinsi, sedangkan kebutuhan penyelenggaraan lainnya ditanggung Pemerintah Kabupaten Kukar. Sementara akomodasi dan konsumsi harian kafilah menjadi tanggung jawab masing-masing daerah peserta.
Menghadapi pelaksanaan MTQ tahun ini, LPTQ Kukar juga memasang target tinggi dengan membidik kembali gelar juara umum setelah pada MTQ sebelumnya di Kutai Timur hanya menempati posisi runner-up dengan selisih nilai yang tipis.
“Insya Allah target kami adalah kembali meraih juara umum. Seluruh cabang memiliki potensi besar karena sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Bahkan saat ini ada 12 peserta Kutai Kartanegara yang mengikuti training center tingkat provinsi sebagai persiapan MTQ Nasional, sehingga kami optimistis bisa meraih hasil terbaik,” pungkas Fairus.
Reporter: Muhammad Zailany


