ISPU Di Kukar Meningkat, Pemkab Imbau Warga Kenakan Masker di Luar Ruangan

redaksi

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kualitas udara menyusul dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai memengaruhi sejumlah wilayah. Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan secara umum kualitas udara di Kukar masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah kabupaten lain. Berdasarkan pemantauan yang diterima pemerintah daerah, indeks standar pencemar udara (ISPU) di sejumlah wilayah Kukar berada pada kisaran 100 hingga 150.

“Kalau ISPU, sebenarnya di Kukar dibandingkan dengan kabupaten lain, kita lumayan bagus. Di tempat kita masih berada di angka 100 sampai 150,” kata Aulia, Rabu (2/9/2026).

Namun, kondisi tersebut tidak berarti seluruh wilayah Kukar terbebas dari dampak asap. Pemerintah daerah mencatat wilayah tertentu, khususnya kawasan yang berdekatan dengan Kabupaten Kutai Barat, memiliki angka ISPU yang lebih tinggi.

Menurut Aulia, semakin mendekati kawasan perkotaan, angka ISPU cenderung lebih rendah. Sementara itu, kondisi kualitas udara di sejumlah wilayah juga dipengaruhi oleh asap yang berasal dari kebakaran di daerah lain.

“Memang, daerah yang mendekati Kabupaten Kutai Barat ISPU-nya lumayan tinggi. Akan tetapi, semakin mengarah ke kota, angkanya semakin rendah,” ujarnya.

Pemkab Kukar tetap meminta masyarakat tidak mengabaikan kondisi tersebut. Aulia mengatakan angka ISPU yang telah berada di atas 50 menjadi alasan pemerintah mengimbau warga untuk menggunakan alat pelindung diri, terutama masker, ketika beraktivitas di luar ruangan.

“Namun, karena angkanya sudah berada di atas 50, kami menyarankan kepada seluruh warga masyarakat untuk menggunakan alat pelindung diri berupa masker ketika berada di luar ruangan,” jelasnya.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian ialah Wonotirto, Kecamatan Samboja. Berdasarkan data yang diterima pemerintah daerah, ISPU di wilayah tersebut sehari sebelumnya mencapai angka 162.

Angka tersebut masuk kategori tidak sehat sehingga pemerintah melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi sumber asap di wilayah tersebut. Salah satu upaya yang dilakukan ialah menangani titik api yang sebelumnya ditemukan di kawasan Samboja dan Muara Jawa.

“Untuk Wonotirto, per hari kemarin ISPU mencapai 162 dan dikatakan tidak sehat. Tentunya kita melaksanakan mitigasi,” kata Aulia.

Ia menjelaskan, titik api yang sebelumnya terdeteksi di wilayah Samboja dan Muara Jawa telah dilakukan penanganan oleh tim di lapangan. Upaya pemadaman dilakukan untuk mencegah kebakaran berkembang sekaligus mengurangi sumber asap yang berdampak terhadap kualitas udara.

“Hari ini kami mendapatkan laporan sudah nol titik api di sana,” ungkapnya.

Meski titik api di wilayah tersebut telah dinyatakan nol, pemerintah belum menghentikan pemantauan. Hal ini lantaran kualitas udara Kukar juga dipengaruhi asap yang berasal dari wilayah lain.

Aulia mengatakan limpahan asap dari kabupaten dan kota di sekitar Kukar masih menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai. Karena itu, kondisi kualitas udara akan terus dipantau untuk menentukan langkah mitigasi berikutnya.

“Namun, pemantauan tetap kita lakukan karena memang kita mendapatkan limpahan asap dari kabupaten/kota lainnya,” tegas Aulia.

Pemkab Kukar mengingatkan masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Penggunaan masker juga dianjurkan sebagai langkah perlindungan diri, terutama bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar rumah.

Pemerintah juga mengajak masyarakat turut mencegah munculnya titik api baru dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, khususnya di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?