Distriknews.co Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan rencana pembangunan jembatan penghubung antara Kecamatan Anggana dan Sangasanga. Rencana strategis ini dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di ruang rapat rumah jabatan Bupati Kukar, Tenggarong, Rabu (8/4/2026).
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat Kalimantan Timur, Fitra Firnanda. Pertemuan ini menjadi bagian dari tindak lanjut arahan Gubernur Kalimantan Timur untuk memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Wiyono, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut memiliki peran penting dalam mendorong pengembangan kawasan ekonomi di wilayah pesisir Kukar. Dengan adanya jembatan, jarak tempuh antar kecamatan akan lebih singkat serta memperlancar distribusi barang dan mobilitas masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini dalam rangka mendukung pengembangan kawasan ekonomi, sehingga konektivitas antar wilayah menjadi lebih baik,” ujarnya.
Namun demikian, Wiyono menegaskan bahwa proyek tersebut masih berada pada tahap perencanaan awal. Hal ini disebabkan oleh besarnya kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp1 hingga Rp2 triliun.
“Saat ini masih dalam tahap perencanaan karena nilai pembangunannya cukup besar,” jelasnya.
Ia menambahkan, terdapat tiga alternatif lokasi pembangunan yang sedang dikaji. Dari sisi Sangasanga, opsi lokasi berada di kawasan Pendingin, Palaran, atau di antara kedua titik tersebut. Sementara dari sisi Anggana, alternatifnya berada di wilayah Kutai Lama hingga arah Muara Badak.
“Jadi ada beberapa titik lokasi, dengan tiga alternatif yang masing-masing memiliki panjang jembatan dan kebutuhan lahan yang berbeda,” tambahnya.
Untuk alternatif pertama, panjang jembatan direncanakan sekitar 1.025 meter dengan panjang jalan 3,25 kilometer serta kebutuhan lahan sekitar 22 hektare. Alternatif kedua mencakup dua jembatan dengan total panjang lebih dari 1.800 meter dan jalan sepanjang 5 kilometer, dengan kebutuhan lahan mencapai 50,1 hektare.
Sementara itu, alternatif ketiga terdiri dari tiga jembatan dengan total panjang lebih dari 1.500 meter serta jalan sepanjang 7,6 kilometer, dengan kebutuhan lahan sekitar 78,4 hektare.
Wiyono juga menyebutkan bahwa saat ini konstruksi jembatan masih dalam tahap studi kelayakan. Secara umum, desain awal menggunakan material besi seperti jembatan yang ada di Kecamatan Tenggarong.
“Untuk teknis detailnya akan disampaikan kemudian setelah kajian lebih lanjut,” ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas PUPR-PERA Kalimantan Timur, Fitra Firnanda, menyambut positif rencana pembangunan tersebut. Menurutnya, proyek ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi dalam meningkatkan konektivitas wilayah pesisir.
“Dari hasil paparan ini masih akan dirundingkan lagi di internal pemerintah provinsi. Nanti hasilnya seperti apa baru akan kita eksekusi bersama Pemkab Kukar,” tutupnya.
Penulis: Muhammad Zailany


