Hari Pertama Sekolah, Ayah di Tenggarong Mulai Hadir Antar Anak Wujudkan Dukungan Emosional

redaksi

Distriknews.co, TENGGARONG – Suasana berbeda terlihat pada hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 4 Tenggarong, Kelurahan Mangkurawang, Kutai Kartanegara (Kukar). Sejumlah orang tua tampak mendampingi anak-anak mereka memasuki gerbang sekolah, termasuk para ayah yang meluangkan waktu untuk hadir memberikan dukungan secara langsung.

Salah satunya Deni, seorang ayah yang sengaja menyempatkan diri mengantar anaknya pada hari pertama sekolah. Meski program Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) masih belum terlalu familiar baginya, ia menilai momen tersebut memiliki arti penting bagi hubungan antara orang tua dan anak.

Menurut Deni, kehadirannya di sekolah bukan sekadar mengantar, tetapi juga memberikan rasa nyaman dan semangat kepada anak yang mulai memasuki lingkungan belajar baru.

“Rasa merasa senang bisa mengantarkan anak ke sekolah di hari pertamanya masuk. Ini merupakan momen berharga bagi saya sebagai orang tua,” ujar Deni.

Ia mengaku dapat hadir mendampingi anaknya karena memperoleh dispensasi dari tempat kerja. Dengan adanya kesempatan tersebut, Deni bisa mengantar anaknya sebelum menjalankan aktivitas pekerjaan.

“Saya mendapat dispensasi dari tempat kerja hingga pukul 10.00 WITA,” katanya.

Hal serupa juga dirasakan Hendra, ayah dari salah satu siswa SDN 4 Tenggarong. Ia menyebut hari pertama sekolah menjadi kesempatan yang tidak selalu datang, sehingga orang tua perlu meluangkan waktu untuk hadir mendukung anak.

“Sebagai orang tua, mengantarkan anak itu merupakan waktu-waktu yang jarang didapatkan. Jadi harus kita sempatkan sebagai bentuk perhatian, kepedulian serta dukungan terhadap anak,” ungkapnya.

Meski demikian, berdasarkan pantauan di lokasi, jumlah ibu yang mengantar anak masih terlihat lebih dominan dibandingkan ayah. Beberapa ayah belum dapat hadir karena terkendala pekerjaan maupun aktivitas di luar daerah.

Salah satu orang tua, Fitri, mengaku harus mengantar anaknya seorang diri karena suaminya sedang bekerja di luar daerah. Ia berharap ke depan sang suami dapat memiliki kesempatan untuk ikut merasakan momen tersebut.

“Kebetulan suami saya sedang bekerja di luar daerah, sehingga saya yang mengantar anak ke sekolah di hari pertamanya,” ujarnya.

Kepala SDN 4 Tenggarong, Mardiana, menyambut positif adanya program GAMAS. Menurutnya, keterlibatan ayah dalam mendampingi anak pada awal masuk sekolah memiliki dampak besar terhadap kepercayaan diri dan kesiapan emosional siswa.

“Kami dari pihak sekolah sangat berharap peran orang tua, khususnya ayah untuk mengantar anak ke sekolah. Tapi kalau keadaannya tidak memungkinkan, kita tidak bisa memaksakan juga,” jelas Mardiana.

Ia menilai kehadiran orang tua, baik ayah maupun ibu, menjadi bagian penting dalam mendukung proses adaptasi anak terhadap lingkungan sekolah, guru, serta teman-teman barunya.

Mardiana juga memastikan pihak sekolah tetap memberikan perhatian yang sama kepada seluruh siswa tanpa melihat kondisi keluarga masing-masing. Dari total sekitar 430 siswa SDN 4 Tenggarong, seluruhnya dianggap sebagai bagian dari keluarga besar sekolah.

“Kami beranggapan semua anak, mulai dari kelas satu hingga enam merupakan anak kami semua. Jadi tidak ada yang disisihkan atau dibeda-bedakan,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?