Tragedi Pantura Indramayu, Pikap Berisi Rombongan Hajatan Tewas Dihantam Dua Truk

redaksi

Kecelakaan maut di jalur Pantura, Indramayu (12/6/2026).

Distriknews.co, INDRAMAYU – Kecelakaan maut yang melibatkan sebuah mobil pikap dan dua truk terjadi di Jalur Pantura, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu (12/7) siang. Peristiwa tersebut menewaskan 13 orang, terdiri dari tiga korban yang meninggal di lokasi kejadian dan 10 lainnya mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di rumah sakit.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Kasat Lantas Polres Indramayu AKP Undang Syarif Hidayat mengatakan salah satu korban meninggal merupakan pengemudi mobil bak terbuka.

“Salah satu yang meninggal sopir mobil bak terbuka,” kata Undang saat dihubungi.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.00 WIB dan melibatkan tiga kendaraan, yakni sebuah mobil bak terbuka serta dua truk Hino.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Indramayu Ipda Masnan menjelaskan, mobil pikap bernomor polisi E 8559 RB mengangkut 17 penumpang yang baru saja menghadiri acara pernikahan. Kendaraan tersebut dikemudikan Warkidi dan melaju dari arah Jakarta menuju Cirebon.

Sesampainya di lokasi kejadian, sopir berniat memutar arah. Saat itulah mobil pikap ditabrak dari belakang oleh truk Hino Wing Box. Benturan keras membuat mobil terdorong ke depan hingga kembali tertabrak truk Hino lain yang datang dari arah berlawanan.

“Menurut saksi, kendaraan pikap Grand Max dikemudikan saudara Warkidi datang dari arah Jakarta menuju Cirebon ketika berhenti di lajur kanan, kemudian tertabrak belakang dengan depan kendaraan truk Hino Wing Box,” kata Masnan.

“Kemudian kendaraan pikap terdorong ke depan tertabrak oleh kendaraan truk Lost Bak Hino BA yang datang dari arah berlawanan,” sambungnya.

Akibat kecelakaan tersebut, tiga penumpang mobil pikap meninggal dunia di lokasi, sedangkan belasan korban lainnya dievakuasi ke rumah sakit dengan berbagai luka.

Belakangan, jumlah korban meninggal bertambah menjadi 13 orang. Sebanyak empat korban meninggal di RS Mitra Plumbon, sementara enam lainnya meninggal di RS Bhayangkara Losarang.

“Semuanya [meninggal] 13. Yang 3 orang meninggal di TKP, 4 di RS Plumbon, 6 di RS Bhayangkara,” ujar Undang pada Minggu (12/7) malam.

Berdasarkan data kepolisian, delapan korban tewas merupakan warga Blok Cemeti, Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Mereka adalah Idah, Karsini, Sanera, Yunah, Ayu, Shinta, Al, serta Warkidi selaku pengemudi mobil pikap.

Ketua RT 13 Blok Cemeti, Rawid, membenarkan mayoritas korban merupakan warganya.

“Betul, delapan orang itu warga kami,” katanya kepada detikJabar.

Sementara itu, tiga korban lainnya diketahui merupakan warga Blok Telukan, Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener. Seluruh korban dilaporkan baru pulang setelah mengantar rombongan pengantin dari Desa Parean, Kecamatan Kandanghaur.

Sumber: CNNIndonesia.com

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?