Kebakaran Hanguskan Tujuh Bangunan di Belida, Disdamkarmatan Sebut Akses dan Pasokan Air Jadi Kendala

redaksi

Distriknews.co, TENGGARONG – Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan Belida, Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Senin (20/7/2026) malam. Sedikitnya tujuh bangunan rumah dilaporkan terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 21.20 Wita.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara menerima laporan dari warga bernama Aura. Empat menit setelah laporan diterima, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan upaya pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 22.35 Wita. Selanjutnya, petugas melanjutkan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan dirinya baru saja tiba di rumah ketika menerima panggilan melalui radio mengenai kebakaran tersebut. Menurutnya, personel langsung diterjunkan begitu informasi diterima.

“Laporan masuk sekitar pukul 21.30 WITA, kemudian kami langsung bergerak ke lokasi,” ujar Fida.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan sementara, kebakaran menghanguskan sekitar lima atap bangunan. Namun, di dalam satu atap terdapat dua hingga tiga pintu karena sebagian merupakan rumah kontrakan atau rumah kos, sehingga total bangunan yang terdampak mencapai tujuh unit.

Dalam proses pemadaman, Disdamkarmatan mengerahkan Pleton 3 sebagai petugas piket dengan dukungan personel dari Pleton 1 dan Pleton 2. Sebanyak tujuh unit mobil brandweer, dua unit kendaraan pikap berpompa portabel, serta satu unit rescue diterjunkan ke lokasi. Penanganan juga mendapat bantuan dari relawan pemadam kebakaran, TNI, Polri, dan PLN.

Fida mengungkapkan, kendala utama di lapangan adalah keterbatasan pasokan air dan sempitnya akses menuju lokasi kebakaran. Mobil tangki harus bolak-balik mengisi air ke markas, sementara armada pemadam harus masuk dari beberapa arah karena gang yang sempit.

“Kendala utama adalah ketersediaan air. Kami mengandalkan mobil tangki sehingga harus bolak-balik mengisi air ke markas. Selain itu lokasi berada di gang sempit sehingga akses kendaraan pemadam cukup terbatas,” jelasnya.

Ia juga menerangkan, armada pemadam tidak langsung dikerahkan seluruhnya karena setiap laporan harus melalui proses verifikasi terlebih dahulu untuk memastikan status kebakaran. Setelah dua unit pertama memastikan kondisi di lapangan dan menetapkan situasi sebagai kebakaran besar, seluruh armada tambahan langsung diperintahkan menuju lokasi.

Meski api cukup besar dan mayoritas bangunan berbahan kayu, Fida memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Informasi mengenai adanya anak yang diduga terjebak di lokasi sempat beredar, namun setelah dilakukan pengecekan bersama keluarga dan warga, seluruh penghuni dipastikan berhasil menyelamatkan diri.

Sementara itu, salah seorang korban, Nuraini (39), yang bekerja di sebuah usaha katering, mengaku sedang memasak untuk pesanan esok hari saat kebakaran terjadi. Ia sempat mendengar suara ledakan sebelum melihat kobaran api membesar dari arah belakang bangunan.

“Saya sedang di dapur karena besok ada pesanan catering. Tiba-tiba terdengar suara seperti ledakan. Saat keluar, api sudah sangat besar. Kami panik dan langsung berteriak minta tolong,” tuturnya.

Nuraini mengaku tidak sempat menyelamatkan harta bendanya. Seluruh isi bangunan hangus terbakar dan hanya tiga unit sepeda motor yang berhasil diselamatkan warga.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Disdamkarmatan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik yang disebabkan instalasi listrik, kompor, maupun faktor lainnya, serta terus melakukan evaluasi internal agar penanganan kejadian serupa dapat berlangsung lebih cepat dan efektif.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?