Distriknews.co, Lumajang – Sebuah kecelakaan tragis melibatkan bus pariwisata terjadi di lereng Gunung Bromo, tepatnya di Jalan Raya Sukapura, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Minggu (14 September 2025) sekitar pukul 11.45 WIB. Bus rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember itu membawa sekitar 52 penumpang dalam perjalanan turun dari Bromo saat mengobrak perasaan liburan setelah acara tasyakuran kelulusan S1.
Bus merk Hino PO Ind’s 88 bernomor polisi P 7221 UG bermasalah saat melewati ruas turunan tajam. Sopir melaporkan rem bus blong saat menuruni jalan menikung ke arah kiri, sehingga bus kehilangan kendali, oleng ke kanan, kemudian menabrak pembatas jalan (guardrail).
Setelah itu kendaraannya terus melaju tak terkendali, menabrak sepeda motor, lalu menghantam sebuah rumah warga milik Supardi di pinggir jalan.
Benturan keras menghancurkan kaca depan dan jendela samping bus. Penumpang dalam kabin terlempar, beberapa terluka parah. Evakuasi berlangsung cepat. Korban tewas langsung 8 orang, sebagian besar tenaga kesehatan (nakes) dari RSBS Jember.
Puluhan lainnya mengalami luka-luka. Mereka dilarikan ke berbagai fasilitas kesehatan, termasuk RSUD dr. Mohamad Saleh Kota Probolinggo serta Rumah Sakit Ar-Rozy Probolinggo dan rumah sakit serta puskesmas sekitar lokasi.
Sopir, bernama Al Bahri, menyebut bahwa rem memang sudah tidak responsif pada turunan itu. Dia sempat membanting setir agar tidak menabrak rumah warga, dan membunyikan klakson serta menyalakan lampu darurat. Namun kondisi lalu lintas yang padat dan turunan yang curam membuat usaha itu gagal.
Tim evakuasi mengerahkan ambulans secara bergantian dengan pengawalan petugas. Aparat kepolisian, Lalu Lintas Polda Jawa Timur, dan unit Gakkum sudah berada di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Teknologi Traffic Accident Analysis (TAA) digunakan bersama teknologi pemindaian 3D untuk menguak detik-detik kecelakaan dari kecepatan, posisi, hingga mekanisme kecelakaan.
Hasil sementara penyelidikan ini diharapkan keluar dalam beberapa hari ke depan.
Kepolisian Probolinggo menyebut bahwa beberapa korban luka kritis masih dirawat intensif. Data rumah sakit belum final, karena masih ada penumpang yang dirawat di puskesmas-puskesmas sekitar serta RS yang berbeda. Identitas delapan korban tewas antara lain Hendra Pratama (37), istrinya Wardatus Soleha (35), serta anak mereka Aiza Fahrani (7), dan beberapa tenaga kesehatan lainnya dari RSBS Jember.
Pihak rumah sakit asal korban dan universitas terkait turut berbelasungkawa. Direktur RS Bina Sehat menyampaikan duka mendalam dan meminta investigasi mendalam untuk mengetahui penyebab pasti. Catatan teknis mengenai rem bus dan kondisi kendaraan juga disorot sebagai kunci penyelidikan.
Kecelakaan ini kembali menyoroti kerawanan ruas jalan wisata seperti jalur Bromo, terutama di zona turunan tajam dan menikung. Faktor kendaraan (rem), kondisi jalan, beban penumpang, dan kesiapan darurat menjadi perhatian publik. Pemerintah setempat bersama pihak berwenang diharap meningkatkan pengawasan transportasi wisata agar tragedi serupa tidak terulang.


