Distriknews.co, Pacitan – Setelah beberapa hari menjalani pelarian, Wawan, pelaku pembunuhan satu keluarga di Pacitan, akhirnya ditemukan dalam kondisi tragis. Jasadnya ditemukan membusuk di hutan lereng Desa Temon, Kecamatan Arjosari. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif aparat keamanan dan warga.
Kasus dimulai Sabtu malam (20 September 2025), ketika Wawan menyerang rumah mantan istrinya, Miswati, di Dusun Drono. Serangan menggunakan senjata tajam itu menyebabkan kerusakan berat dan korban luka-luka. Arga, keponakan Miswati berusia 10 tahun, menjadi korban tewas setelah dihantam sabetan senjata.
Setelah aksi keji itu, Wawan buron selama lima hari. Polisi, dibantu warga dan tim gabungan, mengejar berdasarkan jejak darah, saksi, dan laporan masyarakat. Sekolah-sekolah di sekitar Pacitan sempat diliburkan karena kekhawatiran dari pihak keamanan.
Pada Kamis pagi, jasad ditemukan di jurang tengah hutan lebat di Dusun Drono, Desa Temon. Medan hutan diketahui sangat sulit diakses, sehingga proses evakuasi memakan waktu. Kondisi jasad sudah membusuk dan tidak utuh.
Identifikasi awal menggunakan antemortem dan postmortem telah dilakukan oleh tim Inafis dan dokter forensik di RSUD dr. Darsono, Pacitan. Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, menyebut bahwa pakaian yang menempel pada jasad sesuai dengan pakaian Wawan saat melarikan diri, sebagai indikator awal.
Polisi belum menyatakan status resmi atas identifikasi tersebut sampai hasil lengkap pemeriksaan laboratorium keluar. Hasil otopsi dan pemeriksaan identitas tubuh masih menunggu validasi resmi.
Kepolisian menjelaskan masyarakat tidak perlu panik. Wawan sudah tidak lagi menjadi ancaman karena jasadnya ditemukan. Namun aparat tetap meminta warga tetap waspada dan tidak menyebarkan kabar tidak terverifikasi yang dapat memicu kepanikan.
Korban luka-luka, termasuk Miswati, ayahnya Miskun, dan saudaranya Eky, saat ini dirawat di RSUD Dr. Darsono, Pacitan. Luka-luka mereka disebut serius, sedang, tergantung posisi sabetan senjata. Keadaan medis mereka diperbarui secara berkala oleh petugas rumah sakit.
Publik kini menunggu hasil resmi dari otopsi, serta apakah ada pihak lain yang terlibat. Kasus ini menjadi peringatan soal keamanan, dampak psikologis bagi masyarakat, dan pentingnya respons kepolisian dalam menghadapi kekerasan domestik.



