Distriknews.co Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak musim kemarau panjang yang diperkirakan terjadi dalam waktu ke depan. Sejumlah langkah antisipasi disiapkan guna meminimalisir risiko yang dapat ditimbulkan, mulai dari kebakaran hingga keterbatasan air bersih.
Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menyampaikan bahwa tanda-tanda kemarau mulai terlihat, salah satunya dengan meningkatnya kejadian kebakaran di beberapa wilayah.
“Kemarau panjang mulai menunjukkan dampaknya, termasuk meningkatnya kejadian kebakaran di beberapa wilayah,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, potensi dampak akan semakin besar apabila fenomena El Nino benar-benar terjadi. Kondisi tersebut pernah dialami sebelumnya dan memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat.
“Jika El Nino terjadi, dampaknya bisa lebih besar seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam menjaga kondisi kesehatan di tengah cuaca panas. Salah satu langkah sederhana yang ditekankan adalah memastikan kebutuhan cairan tubuh tetap terpenuhi.
“Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk menjaga kondisi kesehatan, terutama dengan mencukupi kebutuhan air agar tidak dehidrasi,” katanya.
Selain kesehatan, ketersediaan air bersih juga menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Beberapa wilayah, khususnya sektor pertanian, dinilai berpotensi terdampak apabila kemarau berlangsung dalam waktu lama.
“Beberapa wilayah, terutama sektor pertanian, berpotensi terdampak terkait ketersediaan air bersih,” ungkapnya.
Bahkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, kondisi kekeringan sempat memaksa warga mencari sumber air hingga ke Sungai Mahakam untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Pengalaman sebelumnya, warga bahkan harus mencari air sampai ke Sungai Mahakam,” tambahnya.
Meski demikian, pemerintah daerah berharap kondisi tahun ini tidak akan separah kejadian sebelumnya. Upaya pemantauan terus dilakukan untuk memastikan setiap potensi dampak dapat diantisipasi sejak dini.
“Namun kita berharap kondisi tahun ini tidak separah sebelumnya. Pemerintah tetap melakukan antisipasi dan pemantauan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjalankan tanggung jawab dalam menjaga stabilitas daerah, termasuk menghadapi berbagai tantangan yang dipengaruhi kondisi global maupun nasional.
“Pemerintah daerah akan terus menjalankan tanggung jawab, menjaga stabilitas, serta mengantisipasi berbagai potensi dampak yang ada,” tutupnya.
Dengan langkah antisipatif tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih siap menghadapi musim kemarau serta dampak yang mungkin ditimbulkan, sehingga aktivitas sehari-hari tetap berjalan dengan baik.
Penulis: Muhammad Zailany


