Distriknews.co Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menyalurkan bantuan beras cadangan pangan kepada masyarakat terdampak bencana gagal panen akibat banjir di Desa Rapak Lambur, Kecamatan Tenggarong. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di BPU Kantor Desa Rapak Lambur, Rabu (8/4/2026).
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap kondisi petani yang mengalami kerugian akibat banjir yang merendam lahan pertanian mereka. Sebanyak 153 kepala keluarga (KK) terdampak dalam peristiwa tersebut.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengatakan bahwa bantuan beras yang disalurkan diharapkan mampu membantu kebutuhan pangan masyarakat dalam jangka pendek, khususnya bagi para petani yang gagal panen.
“Kami menyerahkan bantuan beras cadangan pangan ini untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana gagal panen akibat banjir,” ujarnya.
Ia menjelaskan, total bantuan yang diberikan mencapai 9.756 kilogram beras atau setara dengan 1.084 karung, yang dibagikan kepada warga sesuai data hasil verifikasi di lapangan.
“Harapan kami, bantuan ini bisa membantu masyarakat untuk tetap memenuhi kebutuhan sehari-hari sambil menunggu masa tanam berikutnya,” tambahnya.
Selain bantuan beras, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan berupa benih padi untuk membantu petani kembali memulai proses tanam.
“Kami juga sudah menyiapkan benih padi agar masyarakat bisa segera melakukan penanaman kembali pada siklus berikutnya,” jelasnya.
Bupati menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya mencarikan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi petani, termasuk kebutuhan sarana dan prasarana pertanian.
“Kami akan segera menindaklanjuti berbagai kebutuhan petani, mana yang bisa cepat direalisasikan akan segera kami lakukan,” tegasnya.
Sementara itu, pemerintah desa bersama masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan bantuan tersebut secara optimal, sehingga proses pemulihan sektor pertanian dapat berjalan dengan baik.
Hingga saat ini, pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi di lapangan guna memastikan bantuan yang diberikan tepat sasaran dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak.
Penulis: Muhammad Zailany


