Distriknews.co, SAMBOJA – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-III tingkat Kecamatan Samboja Barat resmi ditutup dengan pesan kuat agar kegiatan tersebut tidak dipandang hanya sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan MTQ harus menjadi wadah pembinaan generasi muda sekaligus memperkuat syiar Islam di tengah masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, melalui sambutan yang dibacakan Camat Samboja Barat, Burhanuddin, pada acara penutupan MTQ III Kecamatan Samboja Barat, Sabtu (4/7/2026). Menurutnya, keberadaan MTQ memiliki peran strategis dalam membentuk generasi Qurani yang memiliki keimanan, akhlak mulia, serta mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan pelaksanaan MTQ, mulai dari pemerintah kecamatan, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), pemerintah desa dan kelurahan, panitia pelaksana, dewan hakim, aparat keamanan, tenaga kesehatan, organisasi kemasyarakatan hingga masyarakat yang turut menjaga kelancaran kegiatan.
“Kerja sama yang terjalin menunjukkan bahwa syiar Al-Qur’an tumbuh melalui semangat kebersamaan yang menjadi tanggung jawab kita bersama,” ujar Burhanuddin saat membacakan sambutan Bupati.
Bupati juga memberikan penghargaan kepada seluruh peserta yang telah mengikuti perlombaan dengan penuh semangat. Menurutnya, seluruh peserta telah mengambil bagian dalam upaya membumikan Al-Qur’an, terlepas dari hasil yang diperoleh selama perlombaan berlangsung.
“Kehadiran saudara-saudara bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga menunjukkan kecintaan kepada Al-Qur’an. Semoga setiap ayat yang dibaca, dihafal, dipahami, dan diamalkan menjadi cahaya kehidupan serta membawa keberkahan bagi diri, keluarga, dan masyarakat,” katanya.
Lebih lanjut, Aulia menegaskan bahwa MTQ memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar menentukan juara. Ia menyebut kegiatan tersebut merupakan media dakwah, pendidikan, pembinaan, sekaligus pembentukan karakter agar nilai-nilai Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat Samboja Barat menjadikan masjid, langgar, sekolah, pesantren, majelis taklim, hingga lingkungan keluarga sebagai pusat pembelajaran Al-Qur’an. Pembinaan, katanya, harus dimulai sejak usia dini melalui pendekatan yang penuh kasih sayang dan berkesinambungan, sementara generasi muda perlu dibekali kemampuan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan penghormatan kepada para alim ulama, guru mengaji, ustaz dan ustazah, pembina rumah tahfiz, serta seluruh pegiat pendidikan Al-Qur’an yang selama ini berperan membina generasi muda. Ia menilai, di tengah perubahan sosial yang semakin cepat, Al-Qur’an harus tetap menjadi benteng moral sekaligus sumber inspirasi bagi kehidupan masyarakat.
Pada akhir sambutan, Bupati mengucapkan selamat kepada para peserta yang berhasil meraih prestasi dan mengingatkan agar kemenangan dijadikan motivasi untuk terus meningkatkan kemampuan menghadapi MTQ di tingkat yang lebih tinggi. Sementara bagi peserta yang belum berhasil, ia meminta agar tidak berkecil hati dan tetap menjadikan pengalaman tersebut sebagai bekal untuk terus belajar.
“Ukuran keberhasilan MTQ yang sesungguhnya adalah ketika nilai-nilai Al-Qur’an mampu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari dan menjadi fondasi dalam membangun masyarakat yang religius, berakhlak, serta saling menghormati,” tutupnya.
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara berharap penyelenggaraan MTQ pada masa mendatang terus mengalami peningkatan, baik dari kualitas peserta, sistem pembinaan, pelayanan panitia, maupun partisipasi masyarakat, sehingga mampu melahirkan generasi Qurani yang menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Reporter: Muhammad Zailany


