Efisiensi Anggaran Tak Halangi Pelaksanaan Festival Erau 2026

redaksi

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memastikan pelaksanaan Festival Erau 2026 tetap berlangsung meskipun terjadi penyesuaian anggaran di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar.

Pesta adat kebanggaan masyarakat Kutai tersebut akan tetap digelar dengan mengedepankan pola kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura sebagai pemegang otoritas adat sekaligus pelaksana utama prosesi sakral Erau.

Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah, mengatakan sejumlah rapat koordinasi telah dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai rencana. Menurutnya, kepastian pelaksanaan Erau telah mendapatkan persetujuan Bupati Kutai Kartanegara serta restu dari pihak Kesultanan.

“Kita sudah beberapa rapat membahas soal Erau 2026, atas persetujuan Pak Bupati, serta setelah saya meminta restu dari Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Erau tetap akan dilaksanakan dengan mengedepankan kolaborasi,” ujarnya, Kamis (2/7/2026).

Heri menjelaskan, tahapan awal yang akan dilakukan adalah pembentukan tim pelaksana sebelum memasuki proses persiapan teknis berbagai kegiatan pendukung festival. Salah satu agenda yang segera dimulai adalah latihan tari massal yang menjadi bagian penting dalam rangkaian perayaan Erau.

Menurutnya, latihan tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang sehingga harus dipersiapkan lebih awal agar pelaksanaannya berjalan maksimal ketika festival dimulai.

Selain mempersiapkan pertunjukan budaya, Disdikbud Kukar juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak yang nantinya terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari unsur pemerintah daerah, komunitas budaya hingga Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Heri menegaskan bahwa pelaksanaan Erau tahun ini akan mengedepankan prinsip efisiensi dengan tetap menjaga kualitas pelaksanaan kegiatan dan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya.

“Untuk proses pelaksanaan Erau, kita akan berupaya seefektif mungkin memaksimalkan anggaran yang tersedia,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa seluruh anggaran pelaksanaan Erau tahun ini disalurkan melalui mekanisme hibah kepada Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura. Dengan pola tersebut, pihak Kesultanan akan menjadi pelaksana utama seluruh kegiatan, sementara Disdikbud berperan sebagai koordinator dan fasilitator.

“Dengan mekanisme itu, Kesultanan akan menjadi pihak yang melaksanakan kegiatan, sedangkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hanya berperan melakukan koordinasi,” jelasnya.

Menurut Heriansyah, pola kolaborasi tersebut justru memperkuat posisi Kesultanan dalam menjaga keaslian tradisi dan memastikan seluruh prosesi adat yang bersifat sakral tetap berjalan sesuai ketentuan dan nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Dengan demikian, seluruh rangkaian kegiatan yang bersifat sakral akan sepenuhnya dilaksanakan oleh pihak Kesultanan,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?