Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali membuka peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan melalui Job Fair Kukar 2026. Kegiatan yang digelar Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar tersebut menjadi salah satu langkah pemerintah daerah dalam memperluas akses lapangan kerja sekaligus menekan angka pengangguran.
Job Fair Kukar 2026 berlangsung selama dua hari, yakni 14–15 Juli 2026, dan secara resmi dibuka oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, di Gedung Putri Karang Melenu (PKM), Kecamatan Tenggarong Seberang, Selasa (14/7/2026).
Pada pelaksanaan tahun ini, sebanyak 20 perusahaan dari sembilan sektor usaha ikut berpartisipasi dengan menyediakan 380 posisi pekerjaan dari 69 jenis jabatan. Beragam sektor yang membuka peluang kerja di antaranya pertambangan, perkebunan, ritel, penjualan kendaraan, pembiayaan, penyedia jasa tenaga kerja, kuliner, hingga layanan komunikasi.
Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, Job Fair merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tempat mencari pekerjaan, tetapi juga menjadi ruang evaluasi untuk melihat kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam memenuhi kebutuhan dunia industri.
“Masih menjadi tantangan kita, di mana antara pelamar dengan yang diterima itu gap-nya lumayan jauh. Tahun lalu pelamarnya sekitar seribu lebih, yang diterima hanya 26 orang,” ujar Aulia.
Ia mengungkapkan, pada Job Fair tahun ini jumlah pendaftar mencapai 1.176 orang. Namun setelah melalui proses seleksi administrasi, hanya 196 peserta yang dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melanjutkan ke tahap wawancara.
“Artinya masih banyak yang belum memenuhi persyaratan administrasi. Ini menjadi evaluasi kita bersama agar ke depan semakin banyak pencari kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan,” katanya.
Aulia menilai, salah satu persoalan utama yang perlu dibenahi adalah kesenjangan antara kemampuan pencari kerja dengan kebutuhan industri. Karena itu, pemerintah daerah akan terus melakukan evaluasi dan mendorong peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
Peserta yang lolos seleksi administrasi selanjutnya mengikuti tahapan walk-in interview selama dua hari. Hasil akhir seleksi dijadwalkan diumumkan pada hari terakhir pelaksanaan Job Fair.
Sementara itu, Plt Kepala Distransnaker Kukar, Dendi Irwan Fahriza menjelaskan, proses seleksi administrasi telah dilakukan oleh masing-masing perusahaan sejak 1 hingga 30 Juni 2026.
“Hari ini peserta yang telah lolos pemberkasan mengikuti tahapan wawancara langsung. Kami juga tetap membuka layanan pendaftaran secara offline bagi masyarakat yang belum sempat mendaftar melalui sistem online,” jelas Dendi.
Ia menyebut, pelaksanaan Job Fair tahun ini menggunakan mekanisme seleksi yang lebih terstruktur. Setelah proses administrasi selama satu bulan, peserta langsung mengikuti wawancara bersama perusahaan.
“Seleksi administrasi dilakukan selama satu bulan, kemudian wawancara berlangsung dua hari dan hasilnya langsung diumumkan. Insya Allah sekitar 80 persen peserta yang dinyatakan lolos nantinya akan langsung ditempatkan di perusahaan masing-masing,” ungkapnya.
Dendi menambahkan, para pencari kerja yang mengikuti Job Fair berasal dari berbagai wilayah di Kukar, mulai dari Tenggarong, Tenggarong Seberang, Sebulu, Loa Kulu, Loa Janan, Anggana, Kota Bangun hingga Tabang. Kecamatan Tenggarong menjadi wilayah dengan jumlah pendaftar terbanyak.
Melalui Job Fair Kukar 2026, Pemkab Kukar berharap penyerapan tenaga kerja lokal dapat terus meningkat. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi penghubung antara dunia pendidikan, pencari kerja, pemerintah, dan sektor industri.
Pemerintah daerah juga berkomitmen melakukan evaluasi berkelanjutan terhadap kualitas tenaga kerja agar masyarakat Kukar semakin siap bersaing dan mampu memenuhi kebutuhan industri yang terus berkembang.
Reporter: Muhammad Zailany


