Musim Kemarau, Dinkes Kukar Minta Warga Waspadai Diare dan Heat Stroke

redaksi

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau. Selain diare, masyarakat juga diminta mewaspadai serangan panas (heat stroke) akibat paparan suhu tinggi dalam waktu yang lama.

Plt. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit serta Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Kukar, Budy Setiawan, mengatakan perubahan cuaca selama musim kemarau dapat berdampak pada kondisi kesehatan masyarakat apabila tidak diimbangi dengan pola hidup sehat. Menurutnya, menjaga kebersihan makanan dan minuman menjadi langkah utama untuk mencegah berbagai penyakit, khususnya diare.

“Pada musim kemarau tahun ini, kami mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga asupan makanan dan minuman. Usahakan mengonsumsi makanan yang sehat dan minuman yang terjamin kebersihannya. Jika memungkinkan, kurangi jajan di luar rumah untuk menghindari risiko penularan penyakit, terutama diare,” ujar Budy, Rabu (5/8/2026).

Ia menjelaskan, suhu udara yang lebih panas juga meningkatkan risiko terjadinya heat stroke, terutama bagi masyarakat yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, warga diminta membatasi aktivitas di bawah terik matahari apabila tidak memiliki kepentingan mendesak.

“Masyarakat juga diimbau menahan diri untuk tidak keluar rumah apabila tidak ada keperluan yang mendesak. Jika memang harus beraktivitas di luar, silakan dilakukan, namun bila tidak terlalu penting sebaiknya tetap berada di rumah untuk menghindari paparan cuaca panas,” katanya.

Selain menjaga pola makan dan membatasi aktivitas di luar ruangan, Budy mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala penyakit yang muncul selama musim kemarau. Menurutnya, penanganan sejak dini dapat mencegah kondisi kesehatan menjadi lebih serius.

“Tetap rutin memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan terdekat. Apabila mengalami gejala seperti muntah atau diare yang berlebihan, segera periksakan diri ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat agar dapat segera ditangani,” tuturnya.

Budy menambahkan, berdasarkan pemantauan Dinkes Kukar, hingga saat ini belum terjadi peningkatan signifikan terhadap kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Meski demikian, pihaknya terus memantau perkembangan situasi mengingat musim kemarau masih berlangsung.

“Untuk ISPA, trennya masih cenderung stagnan dan belum ada laporan peningkatan yang signifikan. Namun apabila musim kemarau terus berlanjut, biasanya kasus diare yang lebih banyak meningkat,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa potensi peningkatan kasus ISPA dapat terjadi apabila musim kemarau disertai kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Asap dan debu yang ditimbulkan dari kebakaran tersebut dapat memperburuk kualitas udara dan memicu gangguan saluran pernapasan pada masyarakat.

“Kalaupun terjadi peningkatan kasus ISPA, umumnya berkaitan dengan adanya kebakaran hutan atau lahan yang menyebabkan banyak asap dan debu di udara. Kondisi tersebut dapat memicu bertambahnya kasus ISPA di masyarakat,” ungkap Budy.

Dinkes Kukar mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat selama musim kemarau, mulai dari mengonsumsi makanan bergizi, memperbanyak minum air putih, menjaga kebersihan makanan, hingga mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca sangat panas. Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai penting untuk menjaga daya tahan tubuh sekaligus menekan risiko munculnya penyakit musiman di tengah cuaca ekstrem.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?