Distriknews.co, BALIKPAPAN – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, Syafruddin, menyoroti kondisi asap tebal yang menyelimuti wilayah Balikpapan. Ia meminta penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur dimaksimalkan untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Syafruddin melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @syafruddinafan, Senin (12/10/2026). Dalam video itu, ia menceritakan aktivitas olahraga paginya yang terganggu akibat asap cukup tebal.
“Pagi ini, olahraga tidak terlalu maksimal karena langsung dihadang asap yang cukup tebal. Sepertinya Balikpapan juga sudah termasuk kawasan yang darurat asap,” ujar Syafruddin.
Ia mengaku belum mengetahui secara pasti asal asap yang menyelimuti kawasan tersebut. Namun, menurutnya, terdapat sejumlah informasi di masyarakat yang menyebut asap itu berasal dari wilayah Penajam Paser Utara (PPU).
“Walaupun kita belum mengetahui secara pasti sumber asap ini dari mana, banyak orang menyebutkan bahwa sumbernya berasal dari Penajam Paser Utara,” katanya.
Syafruddin menilai, penanganan karhutla yang telah dilakukan pemerintah perlu ditingkatkan agar dampak asap tidak semakin meluas. Ia meminta pihak-pihak berwenang mengambil langkah lebih maksimal untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kalimantan Timur.
“Apakah pemerintah sudah mengambil langkah? Saya kira sudah ada, tetapi belum maksimal. Karena itu, kepada pihak-pihak yang berwenang, saya meminta agar penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di Kalimantan Timur, dapat lebih dimaksimalkan,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi asap yang menyelimuti wilayah permukiman berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Ia secara khusus menyoroti kekhawatiran terhadap dampak paparan asap bagi kesehatan anak-anak dan masyarakat secara umum.
“Karhutla membuat masyarakat resah. Kita khawatir dampaknya akan mengganggu kesehatan anak-anak dan masyarakat Kalimantan Timur secara umum,” ungkapnya.
Selain mendorong optimalisasi penanganan di daerah, Syafruddin juga menyinggung rencana Presiden untuk membentuk badan baru yang disebutnya sebagai Badan Gambut dan Karhutla. Ia berharap rencana tersebut segera direalisasikan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan dapat dilakukan secara lebih terarah.
“Meskipun sudah ada upaya penanganan, Presiden juga sedang merancang pembentukan badan baru yang disebut Badan Gambut dan Karhutla. Semoga rencana tersebut segera direalisasikan karena karhutla harus ditangani secara serius dan spesifik agar ke depannya tidak terjadi lagi kebakaran hutan,” ucapnya.
Syafruddin turut menyinggung dampak asap lintas negara yang selama ini menjadi perhatian negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Ia menyampaikan keprihatinan atas keluhan terkait asap dari Indonesia, khususnya yang berasal dari wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Menutup pernyataannya, Syafruddin mengingatkan masyarakat untuk tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang dipenuhi asap. Ia berharap masyarakat dapat terhindar dari dampak buruk kabut asap dan tetap menjalankan aktivitas dengan memperhatikan kondisi kesehatan.
Reporter: Muhammad Zailany


