Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Keberlanjutan program RT-Ku Terbaik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat perhatian positif dari pemerintah desa. Di tengah penyesuaian anggaran daerah, program yang menyasar kebutuhan masyarakat di tingkat rukun tetangga (RT) tersebut tetap diupayakan berlanjut dengan nilai bantuan sebesar Rp50 juta.
Kepala Desa Loh Sumber, Sukirno, menilai keberlanjutan program tersebut menjadi hal penting bagi lingkungan RT. Menurutnya, RT merupakan bagian pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga dukungan anggaran dapat membantu pelaksanaan berbagai kegiatan sesuai kebutuhan warga.
Sukirno menjelaskan, RT-Ku Terbaik merupakan kelanjutan program yang telah berjalan pada masa kepemimpinan Bupati Kukar sebelumnya, Edi Damansyah, dan diteruskan oleh Bupati Aulia Rahman Basri. Keberlanjutan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan di tingkat lingkungan.
“Pada awalnya, program tersebut ditingkatkan menjadi Rp150 juta. Namun, dengan situasi dan kondisi anggaran pemerintah, khususnya APBD Kutai Kartanegara, yang mengalami tekanan cukup besar akibat efisiensi anggaran, informasi yang kami terima menyebutkan bahwa pada bulan-bulan ini diupayakan penyaluran dana sebesar Rp50 juta,” ujar Sukirno, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, penyesuaian nilai bantuan perlu dipahami dalam konteks kondisi keuangan daerah. Meski besaran dana yang diupayakan lebih rendah dibandingkan nilai yang sebelumnya ditingkatkan, keberlanjutan program tetap menjadi perhatian bagi pemerintah desa.
Bagi Sukirno, dukungan terhadap RT memiliki arti penting karena kebutuhan setiap lingkungan tidak selalu sama. Dengan adanya program tersebut, pengurus RT diharapkan dapat menyusun kegiatan berdasarkan persoalan dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing, sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia berharap pelaksanaan RT-Ku Terbaik tetap memberikan ruang bagi RT untuk menjalankan program yang telah direncanakan. Penyesuaian anggaran, menurutnya, perlu diikuti dengan pengelolaan yang tepat agar dana yang tersedia dapat dimanfaatkan sesuai prioritas.
“Yang terpenting bagi kami, program tersebut dapat berjalan sesuai harapan,” katanya.
Sukirno juga menjelaskan bahwa mekanisme pelaksanaan program saat ini mengalami perubahan dibandingkan sebelumnya. Pelaksanaan teknis berada di bawah pihak kecamatan, sedangkan pemerintah desa tetap berperan memantau jalannya program di lapangan.
Pembagian peran tersebut menjadi bagian yang perlu diperhatikan agar pelaksanaan program dapat berjalan terkoordinasi. Pemerintah desa berharap komunikasi antara pihak kecamatan, pemerintah desa, dan pengurus RT tetap terjaga, terutama dalam menyiapkan kegiatan dan mengikuti tahapan pelaksanaan.
Dengan keberlanjutan RT-Ku Terbaik, Sukirno berharap dukungan terhadap kebutuhan masyarakat di tingkat RT tetap dapat berjalan meskipun pemerintah daerah melakukan penyesuaian anggaran. Kepastian nilai bantuan dan mekanisme penyaluran juga menjadi hal penting agar pengurus RT dapat menyiapkan kegiatan secara terarah.
Ia menegaskan, harapan utama pemerintah desa adalah program tersebut tetap terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Bagi lingkungan RT, keberlanjutan dukungan menjadi kesempatan untuk mengupayakan berbagai kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan warga dan kemampuan anggaran yang tersedia. (Adv)
Reporter: Muhammad Zailany


