Pemkab Kukar Fokus Genjot Pendapatan Daerah Melalui Soliditas dan Sinergi

redaksi

Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati H. Rendi Solihin memimpin langsung Rapat di Kantor Bapenda dibersamai oleh Sekretaris Daerah H. Sunggono

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) mulai menata langkah strategis untuk memperkuat pondasi fiskal daerah. Bupati Kukar dr. Aulia Rahman Basri bersama Wakil Bupati H. Rendi Solihin memimpin langsung Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Daerah di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kukar, Senin (7/7/2025).

Rakor ini menjadi momentum awal untuk menyatukan persepsi seluruh jajaran terkait potensi pendapatan. Hadir dalam rapat, Sekretaris Daerah H. Sunggono, Kepala Bapenda Bahari Joko Susilo, Kepala BPKAD Soekotjo, Plt. Kepala Bappeda Syarifah Vanesa Vilna, serta jajaran Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya.

Dalam arahannya, Bupati Aulia menekankan pentingnya menyeimbangkan antara belanja dan kemampuan riil pendapatan. “Kalau mau belanja, kita harus tahu dulu seberapa besar pendapatan yang bisa kita hasilkan. Jangan sampai lebih besar pasak daripada tiang,” ujarnya.

Menurut Aulia, optimalisasi pendapatan tidak hanya terkait pencarian sumber baru, tetapi juga memastikan tidak terjadi kebocoran pada sektor yang sudah berjalan. Karena itu, Bapenda tengah melakukan pendataan menyeluruh untuk memetakan potensi yang bisa segera dimaksimalkan.

Wakil Bupati Rendi Solihin menambahkan bahwa sinergi dan soliditas lintas perangkat daerah sangat penting. “Ini bukan sekadar rapat, tetapi komitmen bersama. Kita ingin setiap rupiah yang bisa digali benar-benar berdampak pada pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Sekda Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa hasil rapat koordinasi ini akan dijadikan dasar pengambilan kebijakan ke depan. Ia menekankan agar belanja daerah tetap sejalan dengan kemampuan pendapatan, sehingga pembangunan tidak menimbulkan beban keuangan di masa mendatang.

Berdasarkan informasi dari situs resmi Pemkab Kukar, pendapatan asli daerah (PAD) Kukar tahun 2024 mencapai lebih dari Rp1,5 triliun, dengan kontribusi terbesar dari sektor pajak daerah. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut dapat meningkat pada 2025 melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak serta peningkatan pengawasan sumber penerimaan lain.

Langkah optimalisasi ini sejalan dengan program Kukar Idaman Terbaik yang mengutamakan tata kelola keuangan daerah yang lebih transparan dan akuntabel. Dengan data yang akurat dan strategi yang terukur, Pemkab Kukar optimistis target pendapatan daerah bisa tercapai secara berkelanjutan.

“Sekarang semua potensi sedang didata. Setelah itu, kita akan bergerak bersama-sama untuk mengoptimalkannya,” pungkas Bupati Aulia.

(Adv/DiskominfoKukar)

Baca juga

Bagikan: