Distriknews.co, KUTAI KARANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) melalui dukungan operasional dan insentif bagi kader.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Ekonomi Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Deddy Setyo Utomo, mengatakan setiap Posyandu mendapatkan dukungan operasional sebesar Rp850 ribu per bulan.
Anggaran tersebut digunakan untuk menunjang berbagai kebutuhan pelayanan Posyandu, termasuk pemberian makanan tambahan (PMT), operasional kegiatan, serta pelayanan kepada masyarakat.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara mengalokasikan operasional setiap bulan sebesar Rp850 ribu untuk masing-masing Posyandu. Dana tersebut digunakan untuk pemberian makanan tambahan, operasional, dan pelayanan Posyandu,” ujar Deddy, Rabu (16/9/2026).
Selain dukungan operasional, pemerintah juga memberikan insentif kepada kader Posyandu. Setiap kader mendapatkan insentif sebesar Rp250 ribu setiap bulan.
Deddy menilai dukungan tersebut menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap keberadaan Posyandu sebagai salah satu bagian penting dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Kalau dibandingkan dengan kabupaten atau kota lain, menurut saya Kutai Kartanegara termasuk yang paling memberikan perhatian terhadap Posyandu,” katanya.
Menurutnya, perhatian tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk dukungan operasional dan insentif kader. Pemerintah juga secara bertahap melakukan pembangunan serta pemenuhan sarana dan prasarana Posyandu.
“Bangunannya dibangun, sarana dan prasarananya dipenuhi. Tidak semua kabupaten atau kota lain mengalokasikan dana Posyandu kepada mereka,” jelasnya.
Deddy mengatakan keberadaan Posyandu pada dasarnya bertumpu pada peran masyarakat. Karena itu, keberlangsungan pelayanan Posyandu membutuhkan keterlibatan aktif kader dan masyarakat di masing-masing wilayah.
“Memang sebenarnya sifat Posyandu itu kemasyarakatan dan sosial yang harus dihidupkan,” ujarnya.
Namun, pemerintah menilai dukungan terhadap Posyandu tetap diperlukan karena pelayanan yang diberikan berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, terutama di bidang kesehatan.
Menurut Deddy, Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung upaya penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan kesehatan masyarakat.
“Tetapi menurut kami, Posyandu merupakan sesuatu yang penting karena berdampak terhadap penurunan stunting dan peningkatan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Posyandu menjadi bagian dari pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap kelembagaan, kader, operasional, hingga sarana dan prasarana dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Karena ini merupakan bagian dari pelayanan dasar,” pungkasnya.
Reporter: Muhammad Zailany


