Program Terang Kampungku Hadirkan Penerangan di Jalan Perjuangan Loa Ulung

redaksi

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Program Terang Kampungku turut mendukung pemenuhan kebutuhan penerangan jalan di Desa Loa Ulung, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sejumlah titik penerangan telah terpasang di Jalan Perjuangan untuk menunjang aktivitas masyarakat pada malam hari.

Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan penerangan di wilayah desa. Selain melalui program Terang Kampungku, Desa Loa Ulung juga memperoleh bantuan penerangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

“Ada, yaitu program Terang Kampungku. Untuk penerangan jalan umum atau LPJU, alhamdulillah, sebagian sudah mendapatkan bantuan dari Pemerintah Provinsi,” kata Hermi, Senin (14/9/2026).

Menurut Hermi, penerangan yang berasal dari bantuan pemerintah provinsi berada di Jalan Perjuangan, tepatnya mulai dari belakang kantor desa hingga menuju ujung ruas jalan. Di sepanjang jalur tersebut terdapat sekitar 24 titik lampu penerangan.

Ia menegaskan, lokasi penerangan tersebut berada di Jalan Perjuangan dan bukan pada jalan poros Sungai Mahakam. Selain ruas jalan tersebut, kawasan wisata di Desa Loa Ulung juga telah mendapatkan dukungan penerangan dari pemerintah provinsi.

“Penerangan tersebut berada di Jalan Perjuangan, bukan di jalan poros Sungai Mahakam,” jelasnya.

Sementara itu, ruas Jalan Perjuangan yang belum memperoleh bantuan penerangan masih menjadi tanggung jawab Pemerintah Desa Loa Ulung. Pemerintah desa mengelola sekitar 20 hingga 24 titik lampu untuk memenuhi kebutuhan penerangan di wilayah tersebut.

Ruas yang mendapatkan penerangan dari pengelolaan desa memiliki panjang sekitar dua kilometer, mulai dari wilayah RT 10 hingga RT 2. Lampu tersebut menggunakan sumber listrik dari PLN, sedangkan lampu bantuan pemerintah provinsi menggunakan tenaga surya.

“Lampu bantuan dari pemerintah provinsi menggunakan tenaga surya. Sementara itu, lampu yang dikelola oleh desa menggunakan listrik dari PLN,” ujar Hermi.

Namun, pelaksanaan penerangan di tingkat desa saat ini harus menyesuaikan dengan kondisi anggaran. Efisiensi membuat pemerintah desa belum dapat mengoperasikan seluruh titik lampu secara bersamaan.

Hermi mengatakan, beberapa lampu hanya dinyalakan pada titik tertentu ketika kondisi jalan mulai gelap. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan penggunaan listrik dengan kemampuan anggaran desa.

“Saat ini, karena adanya efisiensi anggaran, tidak semua lampu dapat dinyalakan. Apabila kondisi jalan mulai gelap, kami hanya menyalakan beberapa titik lampu saja,” ungkapnya.

Meski terdapat keterbatasan anggaran, Hermi memastikan kebutuhan penerangan tetap menjadi perhatian pemerintah desa. Pengoperasian lampu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jalan dan kebutuhan masyarakat.

Ia berharap, ketika kondisi anggaran kembali memungkinkan, seluruh titik penerangan yang saat ini belum beroperasi penuh dapat kembali dinyalakan.

“Karena keterbatasan anggaran, beberapa titik lampu untuk sementara dimatikan. Namun, apabila kondisi anggaran memungkinkan, seluruh lampu dapat kembali dinyalakan,” pungkasnya.

Program Terang Kampungku diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Loa Ulung, khususnya dalam meningkatkan penerangan pada akses jalan dan mendukung aktivitas warga setelah malam hari.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?