BUMDes Loa Ulung Kesulitan Pasarkan Sapi, Dua Ekor Masih Dipelihara

redaksi

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Loa Ulung, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), menjalankan usaha penggemukan sapi sebagai salah satu program ekonomi desa.

Namun, usaha tersebut masih menghadapi kendala dalam pemasaran. Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, mengatakan sapi yang telah digemukkan cukup sulit terjual pada tahun ini.

“ Saat ini, BUMDes bergerak di bidang penggemukan sapi. Program tersebut merupakan bagian dari program pemerintah. Namun, kendala yang dihadapi adalah pemasaran atau penjualan sapi,” kata Hermi, Senin (14/9/2026).

Hermi menjelaskan, kondisi tersebut berbeda dengan momentum Hari Raya Iduladha sebelumnya. Saat itu, permintaan sapi cukup tinggi karena banyak masyarakat yang membutuhkan hewan ternak untuk keperluan kurban.

Namun, pada tahun ini, sapi hasil penggemukan BUMDes Loa Ulung justru tidak mudah dipasarkan. Kondisi tersebut membuat sebagian sapi masih harus dipelihara sambil menunggu adanya pembeli.

“Jumlah sapi yang digemukkan sekitar sembilan ekor. Dari jumlah tersebut, kemungkinan masih ada dua ekor sapi yang belum terjual dan sampai saat ini masih dipelihara,” jelasnya.

Menurut Hermi, kendala penjualan tidak hanya berdampak pada lamanya masa pemeliharaan sapi. Harga jual yang cenderung lebih rendah juga memengaruhi perputaran modal usaha BUMDes.

Ia menyebut, hasil penjualan sapi belum mampu mengembalikan seluruh modal yang telah dikeluarkan untuk menjalankan usaha penggemukan tersebut.

“Iya, penjualannya cukup sulit. Harga jual juga cenderung lebih rendah sehingga modal yang dikeluarkan belum sepenuhnya kembali,” ungkap Hermi.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi BUMDes Loa Ulung dalam mengembangkan usaha peternakan yang merupakan bagian dari program pemerintah desa. Pemasaran menjadi salah satu faktor penting agar usaha penggemukan sapi dapat berjalan secara berkelanjutan.

Selain memastikan proses pemeliharaan tetap berjalan, BUMDes perlu mencari strategi pemasaran yang lebih luas agar sapi yang telah siap jual dapat segera terserap pasar.

Dengan masih adanya dua ekor sapi yang belum terjual, pengelola BUMDes Loa Ulung dihadapkan pada kebutuhan untuk menjaga kondisi ternak sekaligus menekan biaya pemeliharaan selama menunggu pembeli.

Hermi berharap kendala pemasaran tersebut dapat segera diatasi sehingga usaha penggemukan sapi BUMDes Loa Ulung mampu kembali menghasilkan pendapatan dan mengembangkan manfaat ekonomi bagi desa.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?