Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar) akan melibatkan akademisi dari Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) dan Universitas Mulawarman (Unmul) untuk mengkaji kerusakan turap di kawasan Taman Musik, Tenggarong. Kajian tersebut menjadi dasar untuk menentukan apakah struktur yang bergeser masih bisa diperbaiki atau perlu dibongkar dan dibangun kembali.
Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, mengatakan pemeriksaan teknis diperlukan untuk memastikan penyebab kerusakan sekaligus menentukan metode penanganan yang tepat. Kajian ditargetkan dapat dilakukan dalam November 2026.
“Secara teknis, baik dari sisi perencanaan maupun pelaksanaan konstruksi, sejauh ini relatif sudah sesuai dengan ketentuan. Namun, ada kemungkinan kerusakan tersebut dipengaruhi faktor alam. Untuk memastikan penyebabnya, dalam waktu dekat kami akan berkoordinasi dengan pihak akademisi guna melakukan kajian teknis secara menyeluruh,” ujarnya.
Berdasarkan pengamatan awal, pergeseran atau kemiringan turap diperkirakan mencapai sekitar 50 sentimeter. Namun, angka tersebut masih perlu dipastikan melalui pengukuran dan pemeriksaan lebih lanjut.
Wiyono menjelaskan, hasil kajian akan menentukan langkah penanganan yang diambil. Jika struktur masih memungkinkan dipertahankan, perbaikan akan dilakukan dengan penguatan sesuai rekomendasi teknis. Sebaliknya, apabila kondisinya dinilai tidak layak, pembongkaran dan pembangunan ulang menjadi opsi yang dipertimbangkan.
Ia menegaskan, penanganan tidak boleh hanya berorientasi pada perbaikan sementara. Kekuatan struktur dalam jangka panjang harus menjadi pertimbangan agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi setelah anggaran dikeluarkan.
“Kami tidak ingin perbaikan dilakukan hanya untuk sementara, kemudian kerusakan serupa kembali terjadi. Karena itu, aspek kekuatan dan ketahanan konstruksi untuk jangka panjang harus menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Belum adanya hasil kajian membuat Dinas PU belum dapat menghitung kebutuhan anggaran perbaikan. Wiyono menyebut, biaya penanganan akan bergantung pada kondisi struktur dan rekomendasi teknis, termasuk kemungkinan kebutuhan tambahan penguatan konstruksi.
Meski demikian, pihaknya berharap penanganan dapat direalisasikan pada 2027 apabila memungkinkan. Dukungan Ketua DPRD Kukar yang telah meninjau langsung kondisi turap juga diharapkan dapat mempercepat tindak lanjut perbaikan.
Wiyono menilai kawasan Taman Musik perlu mendapat perhatian karena menjadi salah satu ikon Tenggarong yang ramai dikunjungi masyarakat. Penataan kawasan tersebut juga berkaitan dengan pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi warga.
Menurutnya, kawasan wisata yang tertata dan ramai pengunjung berpotensi memberikan manfaat bagi pedagang, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari kegiatan pariwisata. (Adv)
Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Fachrizal Muliawan


