Lokasi Terpisah dari Bazar Ramadan, Penjualan Baju Muslim Tahunan di Depan Masjid Agung Tenggarong Menurun

redaksi

Distriknews.co Tenggarong – Memasuki hari ke-24 Ramadan, penjualan baju muslim di kawasan Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong, dikeluhkan sejumlah pedagang karena mengalami penurunan cukup drastis dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Salah satu pedagang, Ahmad, mengaku sudah sekitar 15 tahun berjualan pakaian muslim di lokasi tersebut setiap bulan Ramadan. Namun menurutnya, kondisi penjualan tahun ini jauh berbeda dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau tahun-tahun kemarin, saat pertengahan puasa itu bisa sampai Rp4 juta sampai Rp6 juta sehari. Sekarang Rp2 juta saja sudah susah,” ujarnya saat ditemui di lapak jualannya, Sabtu (14/3/2026).

Ahmad yang sehari-hari juga berdagang pakaian di Samarinda mengatakan penurunan jumlah pembeli diduga karena lokasi pedagang pakaian kini terpisah dengan pedagang takjil.

Menurutnya, pada tahun-tahun sebelumnya Pasar Ramadan berada di satu lokasi yang sama. Namun saat ini pedagang pakaian dan pedagang takjil ditempatkan di lokasi yang berbeda di kawasan Pasar Ramadan, tepatnya di Tangga Arung Square. Akibatnya, pengunjung yang datang untuk membeli makanan berbuka puasa tidak sekaligus melihat-lihat pakaian yang dijual.

“Dulu digabung sama yang jualan takjil, jadi orang yang beli takjil sekalian lihat-lihat pakaian. Sekarang takjil di pasar, sementara pakaian di sini. Jadi pengunjungnya berkurang,” katanya.

Ahmad menjual berbagai pakaian muslim yang sebagian besar didatangkan dari Jawa dan Banjar. Produk yang paling banyak diminati pembeli biasanya adalah baju muslim dan songkok menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Untuk harga, ia menjual songkok mulai Rp40 ribu hingga Rp70 ribu, sementara baju muslim dijual dengan harga bervariasi antara Rp200 ribu hingga Rp400 ribu tergantung merek.

Selama Ramadan, Ahmad menyewa dua tenda lapak dengan biaya sekitar Rp4 juta hingga malam takbiran. Namun hingga pertengahan Ramadan tahun ini, omzet yang diperolehnya baru sekitar Rp20 jutaan.

“Kalau tahun lalu sampai pertengahan Ramadan bisa Rp50 juta sampai Rp70 juta. Tahun ini jauh sekali turunnya,” tuturnya.

Meski demikian, Ahmad tetap berharap kondisi penjualan bisa membaik menjelang Hari Raya Idul Fitri, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk membeli pakaian baru.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?