Distriknews.co, Jakarta – Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta (37), ditemukan tewas mengenaskan di area persawahan Kabupaten Bekasi pada Kamis pagi, 21 Agustus 2025. Penemuan ini mengejutkan dan langsung memicu penyelidikan intensif oleh pihak kepolisian.
Peristiwa bermula pada Rabu sore, 20 Agustus, saat Ilham diculik dari parkiran Lotte Grosir Pasar Rebo, Jakarta Timur. Rekaman CCTV menunjukkan Ilham dipaksa masuk ke mobil putih di samping mobilnya. Ia sempat berteriak minta tolong, namun mobil langsung tancap gas dan melarikan diri.
Penanganan kasus ini dilakukan oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Hingga kini, empat orang telah ditangkap sebagai terduga pelaku penculikan dan pembunuhan. Namun, eksekutor dan otak di balik kasus ini masih buron dan dalam pengejaran.
Menurut Radar Sampit–JawaPos, dugaan kuat motif pembunuhan terkait pinjaman fiktif senilai Rp 13 miliar. Motif ini tengah didalami oleh penyidik sebagai kemungkinan latar belakang eksekusi keji tersebut.
Keluarga mengenang Ilham sebagai sosok ramah dan berdedikasi. Istrinya menyebut tak pernah melihat atau mendengar adanya ancaman atau masalah yang mengarah ke kasus ini. Postur korban sebagai kepala cabang selama 13 tahun di BRI menunjukkan profesionalismenya, bukan sosok penuh konflik.
Jasad Ilham ditemukan oleh warga di area persawahan, dan kemudian dilaporkan ke pihak berwenang. Polisi pun segera melakukan olah tempat kejadian perkara, mengumpulkan bukti dan saksi. Proses penyidikan berjalan cepat, dengan penangkapan empat pelaku.
Proses hukum kini terbuka. Polisi memastikan penyelidikan dilakukan secara transparan dan profesional. Publik menunggu perkembangan pemberkasan dan kemungkinan terungkapnya dalang utama dari kejahatan ini.
Kasus ini meninggalkan dampak mendalam. Kejadian tragis tersebut menuntut perlindungan lebih ketat bagi petugas bank, khususnya dari risiko kriminal akibat tugas pelayanan publik. Publik juga menyoroti pentingnya penanganan kasus pinjaman ilegal sebagai kunci mencegah tragedi serupa.



