Berangkat Mandiri, Muaythai Kaltim Bawa Pulang 3 Emas dan 1 Perunggu dari Indonesia Muaythai Championship

redaksi

Kontingen Muaythai Kalimantan Timur berhasil Bawa Medali Emas.

Distriknews.co, KALIMANTAN TIMUR – Kontingen Muaythai Kalimantan Timur berhasil menorehkan prestasi pada ajang Indonesia Muaythai Championship dengan membawa pulang tiga medali emas dan satu perunggu.

Prestasi tersebut diraih atlet binaan Arkan Camp yang mengikuti kejuaraan secara mandiri tanpa dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah. Meski menghadapi keterbatasan selama persiapan hingga perjalanan menuju lokasi pertandingan, para atlet tetap mampu tampil maksimal dan membawa nama Kalimantan Timur ke podium.

Tiga medali emas masing-masing dipersembahkan oleh M. Angkasa AB pada kategori U14 kelas 38 kilogram, Sandiego Nababan pada kategori U10 kelas 32 kilogram, serta Chalista Alfarida AB pada kategori U10 kelas 26 kilogram.

Sementara satu medali perunggu diraih Baktisyah Buswar yang turun pada kategori U23 Waikru. Adapun satu atlet lainnya, Al Riski, harus terhenti pada babak penyisihan pertama.

Pembina Arkan Sport Management, Rony, mengaku bangga dengan pencapaian para atlet binaannya. Menurutnya, hasil tersebut sekaligus menunjukkan bahwa perjuangan yang dilakukan selama masa persiapan tidak sia-sia.

“Target kami tercapai. Tiga emas diperoleh dari M. Angkasa AB, Sandiego Nababan dan Chalista Alfarida AB, serta satu perunggu dari Baktisyah Buswar. Hanya Al Riski yang harus gugur pada penyisihan pertama,” ujar Rony.

Rony mengatakan, para atlet menjalani persiapan sekitar satu bulan sebelum mengikuti pertandingan. Perjalanan menuju lokasi kejuaraan juga ditempuh selama dua hari dengan kondisi yang cukup terbatas, termasuk harus menginap di tempat kos dan memenuhi kebutuhan makan secara sederhana.

“Yang jelas perjuangan kami tidak sia-sia. Dari satu bulan masa persiapan hingga keberangkatan yang menempuh dua hari di jalan serta menginap di kos dan makan seadanya. Saya bangga dengan anak-anak ini karena tidak pernah mengeluh,” katanya.

Menurut Rony, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan menjadi alasan bagi atlet untuk berhenti berjuang. Ia menilai prestasi yang diraih para atlet merupakan hasil dari proses panjang, kedisiplinan, serta kesediaan menjalani setiap tahapan latihan dengan penuh kesungguhan.

“Mereka layak mendapatkan juara karena juara itu didapat dari ikhlas menjalani prosesnya,” tegas Rony.

Ia menjelaskan, pembinaan atlet usia dini dan junior memang menjadi salah satu fokus utama Arkan Camp. Menurutnya, membentuk atlet beladiri hingga mampu bersaing di level nasional membutuhkan proses panjang dan tidak dapat dilakukan secara instan.

“Target saya memang membina atlet-atlet usia dini atau junior. Karena tidak mudah membina atlet beladiri untuk juara nasional di kelas elite,” jelasnya.

Rony meyakini pengalaman bertanding sejak usia dini akan menjadi modal penting bagi atlet ketika nantinya naik ke kategori elite. Dengan jam terbang dan pengalaman menghadapi berbagai lawan, atlet diharapkan memiliki mental bertanding yang lebih matang.

“Oleh karena itu, pengalaman di kelas junior yang bisa membuat mereka menjadi juara di kategori elite nanti,” ujarnya.

Ia berharap capaian pada Indonesia Muaythai Championship dapat menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kemampuan. Prestasi tersebut juga diharapkan menjadi awal dari perjalanan panjang para atlet muda Kaltim untuk menorehkan prestasi lebih tinggi di tingkat nasional maupun internasional.

Di sisi lain, Rony menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan kepada para atlet selama mengikuti kejuaraan. Ia secara khusus mengucapkan terima kasih kepada Bunda Rita serta para member Arkan Camp yang turut memberikan dukungan terhadap perjuangan tim.

“Terima kasih atas dukungan dari Bunda Rita dan teman-teman member Arkan Camp,” pungkas Rony.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?