Kolaborasi Jadi Kunci Kukar Menuju Kabupaten Layak Anak

redaksi

Foto : Saipul Anwar, pejabat di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar

Distriknews.co, TENGGARONG — Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berusaha keras untuk meraih predikat Kabupaten/Kota Layak Anak (KKLA), sebuah pengakuan yang diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). Proses untuk mencapai predikat ini tidak mudah, karena Kukar harus memenuhi 27 indikator penting yang telah ditetapkan.

Indikator-indikator ini dibagi ke dalam lima klaster utama, yang meliputi hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan, serta pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya. Di samping itu, terdapat juga klaster perlindungan khusus yang memastikan anak-anak yang berada dalam situasi rentan mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak. Tidak hanya itu, dua klaster pendukung, yaitu kelembagaan dan partisipasi anak, juga harus terpenuhi agar predikat KKLA dapat diraih.

Menurut Saipul Anwar, seorang pejabat di Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kukar, predikat KKLA merupakan amanat yang diatur dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. “Di pasal 6 perda itu disebutkan bahwa untuk melaksanakan pemenuhan hak anak maka diperlukan evaluasi KKLA,” ungkap Saipul.

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengeluarkan berbagai peraturan daerah yang mendukung implementasi program KKLA, termasuk aturan tentang administrasi kependudukan, kesehatan, pendidikan, perpustakaan, tata ruang, dan ketertiban umum. Saipul juga menekankan bahwa pencapaian predikat KKLA membutuhkan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan. “KKLA tidak dapat berdiri sendiri, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha dan media massa,” tambahnya.

Kukar telah menginisiasi berbagai program, seperti penyediaan fasilitas publik yang ramah anak dan peningkatan layanan kesehatan khusus anak. Selain itu, Kukar juga telah memperkuat forum anak di tingkat kabupaten hingga desa, yang bertujuan untuk memberikan ruang bagi anak-anak menyuarakan pendapat dan aspirasinya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan media, Saipul berharap KKLA akan semakin dikenal luas dan mendukung pencapaian target di Kukar. “Semakin banyak kita beritakan DP3A dengan problem dan masalahnya tentang KKLA ini, semakin meningkat dan jauh lebih baik,” katanya.

Dengan langkah-langkah nyata yang telah diambil, Kukar optimis akan mampu meraih predikat Kabupaten Layak Anak, dan yang terpenting, memberikan kehidupan yang lebih baik bagi anak-anak di wilayah ini. (*)

Penulis : Dion

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?