Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Dharma Wanita Persatuan (DWP) diharapkan mampu memainkan peran penting dalam pencegahan serta penanganan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara. Hal itu disampaikan Camat Kota Bangun Darat, Zulkifli.
Pengurus baru DWP Kota Bangun Darat yang baru saja dilantik pada Kamis (18/8/2024) ini kata Zulkifli, harus mendukung pemerintah daerah dalam penurunan prevalensi stunting di wilayah Kutai Kartanegara.
Menurutnya, angka stunting yang masih cukup tinggi memerlukan kolaborasi bersama dari seluruh elemen masyarakat, dan DWP, sebagai organisasi yang memiliki jangkauan luas dan punya pengaruh di tengah-tengah masyarakat, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar.
“DWP memiliki potensi besar untuk berperan aktif dalam mendukung penanganan stunting. Dengan jaringan yang kuat, DWP bisa menjadi penggerak utama dalam menjalankan program-program kesehatan yang dirancang pemerintah, terutama yang berkaitan dengan gizi anak dan ibu hamil,” ujarnya.
Salah satu program yang menjadi sorotan adalah distribusi makanan tambahan (PMT) bagi balita stunting dan ibu hamil yang kekurangan asupan gizi. Zulkifli menekankan bahwa keterlibatan DWP sangat dibutuhkan untuk memastikan program ini berjalan lancar dan tepat sasaran.
“Program makanan tambahan ini harus bisa menjangkau seluruh keluarga yang memang membutuhkan. Di sini, peran DWP sangat vital, terutama dalam memastikan distribusi yang merata dan tepat waktu,” jelasnya.
Selain distribusi makanan tambahan, Zulkifli juga berharap DWP benar-benar terlibat aktif dalam berbagai kegiatan edukasi gizi kepada masyarakat.
Penyuluhan mengenai pentingnya pola makan sehat dan asupan gizi seimbang, khususnya bagi ibu hamil dan balita, dinilai menjadi kunci utama dalam menurunkan prevalensi stunting di Kutai Kartanegara.
“Penyadaran masyarakat tentang pentingnya gizi harus terus dilakukan. Saya harap DWP bisa mengambil peran ini, terutama dalam mengedukasi para ibu tentang pentingnya pemberian nutrisi yang cukup bagi anak-anak mereka sejak dini,” tambahnya.
Dalam upaya mempercepat penurunan angka stunting di Kutai Kartanegara, ia mengajak DWP untuk berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk tim dari tenaga kesehatan di puskesmas, kader-kader posyandu, serta perangkat pemerintahan setempat.
Kolaborasi ini diharapkan Zulkifli, mampu memperluas jangkauan program-program pemerintah dan memastikan bahwa informasi soal pencegahan stunting sampai ke seluruh lapisan masyarakat.
“Dengan kerja sama ini, kita bisa lebih efektif dalam menyebarkan informasi, memberikan pelayanan, dan menjalankan program yang berhubungan dengan pencegahan stunting,” pungkasnya.
Dengan keterlibatan lebih besar dari DWP, ia optimis, target penurunan prevalensi stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara pun dapat tercapai lebih cepat.
Ia menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tugas bersama seluruh elemen masyarakat.
“Saya yakin, dengan kerja sama yang baik, kita bisa menurunkan angka stunting di Kutai Kartanegara dan memastikan anak-anak kita tumbuh sehat dan kuat,” tutupnya.



