BPBD Kukar Serahkan Arsip Covid-19, Jadi Memori Kolektif Daerah

redaksi

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara secara resmi menyerahkan arsip penanganan Covid-19 kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar pada Rabu, 20 Agustus 2025.

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara secara resmi menyerahkan arsip penanganan Covid-19 kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kukar pada Rabu, 20 Agustus 2025. Langkah ini menandai upaya menjaga memori kolektif daerah atas pandemi yang berlangsung pada 2020 hingga 2022.

Plt. Sekretaris BPBD Kukar, Abdal, S.Sos, hadir mewakili Kepala Pelaksana BPBD dalam prosesi penyerahan. Ia didampingi Kasubag Umum, Tata Usaha, dan Kepegawaian, Vera Wahyu Azwardi, M.Si. Arsip yang diserahkan terdiri atas tiga boks dengan rincian 53 arsip tekstual, 60 lembar arsip foto, dan 26 arsip audio visual. Seluruh dokumen itu merekam berbagai kegiatan BPBD selama masa pandemi, mulai dari distribusi logistik, kebijakan darurat, hingga penanganan lapangan.

“Penyerahan arsip ini penting agar dokumen-dokumen bersejarah tidak tercecer. Kami berharap tata kelola arsip di BPBD semakin sesuai standar kearsipan yang berlaku,” ujar Abdal.

Arsip diterima langsung oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Penyelamatan Arsip, Varia Fadillah, S.P., M.M., yang didampingi Ketua Tim Arsiparis, Siti Noergimah, M.M. Varia menegaskan, arsip Covid-19 bukan hanya sekumpulan dokumen administratif, tetapi catatan sejarah penting tentang bagaimana Kukar menghadapi krisis global.

“Arsip adalah memori kolektif. Apa yang terjadi selama pandemi bisa menjadi bahan evaluasi, penelitian, dan pembelajaran untuk generasi berikutnya,” jelas Varia.

Menurutnya, tahap lanjutan dari penyerahan arsip adalah seleksi nilai guna. Arsip yang dinilai tidak relevan akan dimusnahkan dengan prosedur ketat, mulai dari verifikasi hingga berita acara pemusnahan. Sebaliknya, arsip bernilai sejarah akan disimpan permanen sebagai bagian dari arsip daerah.

Momentum ini, lanjut Varia, menjadi pengingat pentingnya manajemen arsip dalam menghadapi keadaan darurat. Pengalaman saat pandemi dapat dijadikan dasar kebijakan untuk merespons krisis lain di masa depan. “Krisis mungkin berbeda bentuk, tetapi data dan pengalaman terdahulu tetap bisa menjadi panduan,” katanya.

Dengan penyerahan arsip ini, pemerintah daerah berharap penanganan Covid-19 di Kukar tidak hanya tercatat sebagai bagian dari administrasi, tetapi juga menjadi warisan dokumentasi sejarah yang bisa dipelajari oleh masyarakat luas.

Baca juga

Bagikan: