Warga Santan Ulu Masih Andalkan Kereta Gantung, Kades Berharap Jembatan Segera Dibangun

redaksi

Distriknews.co, MARANGKAYU – Kepala Desa Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Heri Budiyanto, berharap pemerintah segera merealisasikan pembangunan jembatan di Dusun Damai, RT 9, yang hingga kini masih mengandalkan kereta gantung sebagai akses utama masyarakat menyeberangi sungai.

Menurut Heri, usulan pembangunan jembatan sebenarnya sudah beberapa kali disampaikan kepada pemerintah. Bahkan, lokasi tersebut pernah ditinjau oleh bupati pada periode sebelumnya. Namun hingga kini, pembangunan yang dinantikan masyarakat belum juga terealisasi.

“Ke kabupaten pernah dikunjungi oleh bupati sebelumnya. Waktu itu memang ada rencana untuk ditindaklanjuti, tetapi karena masa jabatan beliau sudah berakhir, sampai sekarang belum terealisasi. Sekarang kepemimpinan sudah berganti dan kami berharap bisa kembali menjadi perhatian,” ujar Heri Budiyanto, Kamis (16/7/2026).

Ia menjelaskan, selain kunjungan dari pemerintah kabupaten, pihak Kecamatan Marangkayu juga telah meninjau langsung kondisi di lapangan. Pemerintah desa pun telah mengusulkan pembangunan jembatan melalui sejumlah program, termasuk program pemerintah pusat.

“Saya juga sudah mengusulkan melalui program pusat. Namun sampai sekarang belum ada respons. Kami belum mengetahui secara pasti apa yang menjadi kendalanya,” katanya.

Heri menyebut salah satu alasan yang kerap muncul adalah status lahan di lokasi pembangunan yang disebut masuk kawasan hutan lindung atau kawasan budidaya kehutanan. Meski demikian, menurutnya persoalan tersebut seharusnya tidak mengesampingkan kebutuhan masyarakat terhadap akses yang aman.

“Kalau kami melihatnya dari sisi kemanusiaan. Kami bukan melihat status lahannya, tetapi bagaimana masyarakat bisa memiliki akses yang layak dan aman,” tegasnya.

Saat ini warga masih menggunakan kereta gantung sederhana dengan lebar sekitar 1,2 meter untuk menyeberangi sungai yang memiliki bentang sekitar 30 hingga 50 meter. Sarana tersebut menjadi satu-satunya akses bagi sebagian warga untuk beraktivitas setiap hari.

Heri mengatakan kereta gantung itu dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak yang berangkat ke sekolah. Selain itu, terdapat sejumlah permukiman warga di kawasan tersebut yang juga bergantung pada fasilitas penyeberangan tersebut.

“Yang paling banyak memanfaatkan adalah anak-anak sekolah. Di sana juga ada beberapa rumah tangga dan permukiman warga yang setiap hari menggunakan kereta gantung ini,” jelasnya.

Ia berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat segera memberikan solusi agar masyarakat tidak terus bergantung pada fasilitas penyeberangan yang dinilai memiliki risiko keselamatan.

“Harapan kami semoga ada penanganan secepatnya, sehingga masyarakat, khususnya warga Dusun Damai RT 9 Desa Santan Ulu, bisa mendapatkan akses yang lebih aman dan layak,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?