Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Kabar baik datang dari sejumlah wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Setelah dilanda kemarau panjang dan kabut asap akibat kebakaran lahan, hujan mulai turun di beberapa desa pada Jumat (4/9/2026).
Hujan dengan intensitas cukup deras dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah. Momen turunnya hujan tersebut juga dibagikan warga melalui media sosial Facebook dan mendapat respons positif dari masyarakat.
Salah satunya terjadi di Desa Kedang Ipil. Dalam sebuah video yang dibagikan melalui Facebook, Santi Noval memperlihatkan kondisi hujan yang mulai turun di wilayah tersebut. Ia menyambut turunnya hujan dengan rasa syukur.
“Alhamdulillah guys, ada hujan guys, hujan deras,” ujar Santi dalam video yang diunggahnya.
Turunnya hujan menjadi momen yang dinantikan masyarakat Kukar setelah kondisi kemarau berlangsung cukup lama. Selain menyebabkan kekeringan di sejumlah wilayah, kondisi tersebut juga diwarnai munculnya kebakaran lahan dan kabut asap.
Hujan juga terlihat turun di kawasan Jalan Poros Kota Bangun-Tanjung Durung. Dalam video yang diunggah melalui akun Facebook Revain, tampak rintik hujan mulai membasahi kawasan jalan tersebut.
Revain berharap hujan yang awalnya masih berupa gerimis tersebut dapat terus bertambah deras sehingga mampu membantu mengurangi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah Kukar.
“Alhamdulillah, sudah ada mulai cintanya, sudah mulai ada rintik hujannya. Mudah-mudahan lebat hujannya ini, biar hilang asap kabut di Kukar ini,” ujarnya dalam video tersebut.
Sementara itu, suasana berbeda terlihat di Selerong. Melalui video yang dibagikan akun Facebook Surya Putra Selerong, sejumlah anak tampak menikmati turunnya hujan dengan bermain dan mandi hujan.
Dalam unggahannya, Surya menyebut hujan turun cukup deras di wilayah tersebut selama sekitar 20 menit.
“Alhamdulillah hujan lebat sekitar 20 menitan di Selerong,” tulisnya dalam unggahan tersebut.
Turunnya hujan di sejumlah titik ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang selama beberapa waktu terakhir menghadapi dampak kemarau dan kebakaran lahan. Hujan diharapkan dapat membantu membasahi lahan yang kering serta mengurangi potensi munculnya kembali titik api.
Selain itu, masyarakat juga berharap hujan dapat membantu memperbaiki kualitas udara yang sebelumnya terdampak kabut asap. Namun, kondisi di setiap wilayah masih dapat berbeda sehingga pemantauan terhadap titik api dan kualitas udara tetap diperlukan.
Momen hujan yang dibagikan masyarakat melalui media sosial juga memperlihatkan antusiasme warga menyambut perubahan kondisi cuaca. Bagi sebagian masyarakat, hujan kali ini bukan sekadar perubahan cuaca, tetapi juga menjadi harapan setelah menghadapi kemarau dan kabut asap.
Meski demikian, masyarakat tetap diimbau berhati-hati dan tidak menganggap seluruh wilayah Kukar telah terbebas dari ancaman karhutla. Titik api yang masih tersisa tetap perlu dipantau hingga kondisi benar-benar aman.
Turunnya hujan di Kedang Ipil, kawasan Kota Bangun-Tanjung Durung hingga Selerong setidaknya memberikan harapan baru bagi masyarakat Kukar. Warga berharap hujan dapat terus turun dengan intensitas yang cukup untuk membantu mengakhiri kemarau sekaligus mengurangi kabut asap yang selama ini mengganggu aktivitas masyarakat.
Reporter: Muhammad Zailany


