Distriknews.co, JAKARTA – Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan terdeteksi telah menyebar hingga atmosfer Jakarta pada Jumat (17/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, sebaran asap tersebut terpantau melalui citra satelit, meski belum terindikasi mencapai permukaan tanah.
Dilansir dari Kompas.com, Ketua Tim Analisis dan Pengelolaan Citra Satelit dan Deteksi Petir BMKG, Alpon Sepriando, mengatakan hasil pemantauan citra satelit Himawari-9 pada pukul 08.00 WIB menunjukkan indikasi sebaran asap karhutla di sebagian wilayah Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.
“Secara area sudah (sampai ke Jakarta), namun secara vertikal belum mencapai permukaan. Jika kondisi angin melemah dapat mencapai permukaan dan masih tipis,” ujar Alpon saat dikonfirmasi, Jumat.
Ia menjelaskan, pola angin di lapisan atmosfer bawah yang bergerak dari timur hingga tenggara menuju barat hingga barat laut memungkinkan asap karhutla terbawa dari Kalimantan menuju Pulau Jawa.
Meski demikian, BMKG belum dapat memastikan kapan dan sejauh mana asap tersebut akan berdampak terhadap kualitas udara di permukaan Jakarta. Pasalnya, kualitas udara di ibu kota juga dipengaruhi berbagai sumber emisi lokal, mulai dari kendaraan bermotor, aktivitas industri, pembakaran, hingga kegiatan lainnya.
Karena itu, penurunan kualitas udara tidak dapat serta-merta dikaitkan dengan sebaran asap karhutla yang terdeteksi melalui citra satelit tanpa adanya pengukuran dan analisis lebih lanjut.
“Pemantauan lebih lanjut perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan menggabungkan hasil pengamatan citra satelit, analisis arah dan kecepatan angin pada berbagai lapisan atmosfer, kondisi stabilitas dan percampuran udara, serta pengukuran konsentrasi partikulat halus (PM2.5) di permukaan,” tutur Alpon.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi kualitas udara berdasarkan hasil pengukuran resmi. Warga juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta mengurangi kegiatan di luar rumah apabila kualitas udara memburuk.
BNPB Imbau Masyarakat Jabodetabek Waspada
Menindaklanjuti peringatan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengeluarkan imbauan dini kepada masyarakat, khususnya di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, meminta masyarakat rutin memantau indeks kualitas udara harian melalui kanal resmi pemerintah atau aplikasi pemantau udara sebelum merencanakan aktivitas.
“Bagi kelompok rentan terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita riwayat penyakit pernapasan (seperti asma, bronkitis) dan jantung, dianjurkan untuk membatasi aktivitas fisik di luar ruangan yang tidak mendesak,” ujar Berton saat dikonfirmasi, Jumat (16/10/2026).
Bagi masyarakat yang harus beraktivitas atau bepergian ke luar rumah, BNPB menyarankan penggunaan masker KF94, KN95, atau masker medis untuk membantu mengurangi paparan partikel polutan.
Berton menjelaskan, penggunaan masker bertujuan menyaring partikel polutan halus atau PM2.5 agar tidak terhirup ke saluran pernapasan.
“Perbanyak minum air putih untuk menjaga tenggorokan tetap lembap dan membantu tubuh membuang racun atau polutan ringan dan konsumsi makanan bergizi,” imbuhnya.
Selain menjaga kondisi tubuh, masyarakat juga diminta segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan paparan polusi udara.
“Segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala seperti batuk beruntun, sesak napas, iritasi tenggorokan, atau perih pada mata yang tidak kunjung membaik,” tutur Berton.
Masyarakat diimbau tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG dan BNPB serta menerapkan langkah pencegahan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi udara.
Sumber: Kompas.com


