Distriknews.co, Bekasi – Kasus penganiayaan terhadap seorang satpam di RS Kartika Husada Jatiasih, Bekasi, terus menjadi sorotan publik setelah video viral memperlihatkan korban mengalami kejang-kejang dan muntah darah. Satpam tersebut diduga dianiaya oleh pihak keluarga pasien yang tidak terima atas kondisi anaknya pasca operasi amandel. Korban langsung dilarikan ke ruang gawat darurat dan kini dalam penanganan intensif.
Kejadian bermula dari kericuhan antara pihak keluarga pasien dan staf rumah sakit, yang dipicu ketegangan pasca operasi amandel terhadap pasien anak berinisial BA. Anak tersebut kemudian mengalami penurunan kondisi drastis dan akhirnya didiagnosis mengalami mati batang otak. Ketegangan antara pihak keluarga dan rumah sakit memuncak saat permintaan resume medis terlambat diberikan, yang disebut keluarga sebagai penghambat rujukan ke RS lain.
Manajemen rumah sakit, melalui Komisaris dr Nidya Kartika Yolanda, menyatakan bahwa pihaknya telah berupaya maksimal dalam menangani pasien dan menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban. Mereka juga menegaskan bahwa seluruh tindakan medis telah dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Namun, insiden kekerasan terhadap satpam memperkeruh situasi. Pihak kepolisian disebut tengah menyelidiki insiden penganiayaan tersebut, meskipun fokus utama publik masih tertuju pada dugaan malapraktik yang kini juga telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh keluarga BA.
Pihak RS menyatakan siap mengikuti proses hukum atas laporan tersebut, baik yang menyangkut dugaan kelalaian medis maupun insiden penganiayaan yang dialami petugas keamanan mereka
Sumber: Detik
Penulis: FebriaDV


