Distriknews.co, MOROWALI – KM Mahkota Menui tenggelam di perairan antara Pulau Samarengga dan Pulau Koikoila, Kecamatan Menui Kepulauan, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 08.30 WITA. Meski kapal karam, seluruh penumpang dan anak buah kapal (ABK) berhasil selamat setelah dievakuasi menggunakan rakit gabus dan kapal nelayan.
Dilansir dari Kompas.com, salah seorang penumpang, Ramadhan, menceritakan kapal berangkat dari Kota Kendari, Sulawesi Tenggara menuju Kecamatan Menui Kepulauan sekitar pukul 03.30 WITA. Setelah beberapa jam berlayar, cuaca memburuk hingga kapal dihantam ombak dan arus laut yang menyebabkan bagian bawah kapal bocor.
“Anak Buah Kapal sempat berusaha menguras air menggunakan mesin pompa Alkon, dan dibantu penumpang yang menyendok air secara manual dengan ember. Namun, debit air laut yang masuk jauh lebih besar,” ungkap Ramadhan kepada Tim Kompas.com, Kamis (16/7/2026).
Upaya mengurangi genangan air tidak berhasil sehingga kapal perlahan mulai tenggelam. Pemilik kapal kemudian memerintahkan seluruh penumpang mengenakan pelampung dan naik ke dek atas untuk menyelamatkan diri.
“Kapal sudah mau tenggelam, banyak penumpang yang panik, berteriak, dan menangis. Rata-rata yang panik itu ibu-ibu, remaja perempuan, dan anak-anak,” ujar Ramadhan.
Di tengah situasi tersebut, ABK bergerak cepat melakukan evakuasi darurat. Penumpang dipindahkan ke empat rakit gabus yang masing-masing diisi lima hingga tujuh orang dengan prioritas perempuan dan anak-anak. Sementara penumpang laki-laki tetap bertahan di badan kapal yang perlahan tenggelam sambil menunggu bantuan datang.
Ramadhan juga mengungkapkan jumlah penumpang di kapal diduga jauh lebih banyak dibanding data resmi. Tiket mencatat hanya 22 penumpang, namun jumlah orang di atas kapal diperkirakan mencapai sekitar 50 orang karena banyak penumpang membeli tiket langsung di atas kapal.
Bantuan pertama datang dari keluarga pemilik kapal yang segera menghubungi warga Desa Padie setelah menerima informasi kapal tenggelam. Warga kemudian berangkat menggunakan kapal nelayan untuk melakukan penyelamatan.
“Bantuan tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 09.00 hingga 09.30 WITA, sekitar satu jam setelah kapal mulai tenggelam. Posisi kapal sebenarnya tinggal waktu 2 jam perjalanan lagi sampai Pelabuhan Menui,” terangnya.
Seluruh penumpang dan ABK akhirnya berhasil dievakuasi dengan selamat.
Selain mengangkut penumpang, KM Mahkota juga membawa berbagai logistik seperti beras, gula, terigu, tegel, material atap rumah, serta empat unit sepeda motor.
“Tenggelam 3 motor. Hanya ada satu motor yang bisa diselamatkan. Motor saya pribadi ikut tenggelam karena posisinya di depan dan terakhir mau dinaikkan. Tapi saya ikhlas, ini musibah dan takdir Tuhan, tidak usah diganti,” ungkap Ramadhan.
Sumber: Kompas.com


