Musim haji 1446 H resmi dimulai. Di hari pertama keberangkatan, Garuda Indonesia menerbangkan sebanyak 4.158 jemaah dari lima embarkasi utama di seluruh Indonesia. Sebanyak 11 kloter diberangkatkan, menandai dimulainya perjalanan spiritual para tamu Allah menuju Tanah Suci.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Wamildan Tsani, menyampaikan bahwa pelayanan terhadap jemaah merupakan prioritas utama. Penerbangan perdana dilakukan dari Lombok, dengan 386 jemaah diberangkatkan menuju Madinah menggunakan GA-5101. Garuda mengerahkan armada berbadan lebar dan tim pelayanan khusus guna menjamin kenyamanan seluruh jemaah.
Garuda juga memperhatikan kebutuhan jemaah lansia. Dari total 90.203 jemaah yang akan diberangkatkan sepanjang fase keberangkatan hingga 31 Mei, lebih dari 25 ribu di antaranya berusia di atas 65 tahun. Layanan seperti priority boarding, buggy car, ambulift, dan kursi roda disiapkan secara khusus di berbagai embarkasi.
Selain itu, sebanyak 730 petugas haji ikut diberangkatkan untuk mendampingi dan membantu para jemaah selama perjalanan. Wamildan menyebutkan bahwa koordinasi lintas sektor terus diperkuat demi menjamin kelancaran operasional haji tahun ini, dari keberangkatan hingga pemulangan nanti.
Fase pemulangan dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 10 Juli 2025. “Kami bangga bisa mengambil peran dalam perjalanan suci ini. Ini bukan sekadar penerbangan, tapi pelayanan untuk ibadah yang sangat dinanti jutaan umat,” ujar Wamildan.


