Distriknews.co Kutai Kartanegara – Kondisi banjir yang melanda Desa Kahala Ilir, Kecamatan Kenohan, Kabupaten Kutai Kartanegara, mulai menunjukkan tanda-tanda surut pada Jumat (23/1/2026). Meski demikian, aparat kepolisian bersama unsur terkait tetap melakukan monitoring untuk memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat terdampak.
Camat Kenohan, Kaspul, menjelaskan bahwa banjir yang terjadi merupakan banjir kiriman dari wilayah hulu Sungai Belayan, khususnya dari Kecamatan Tabang. Banjir tersebut telah berlangsung selama kurang lebih satu pekan dan kini mulai berangsur membaik.
“Banjir ini sudah terjadi sekitar satu minggu. Saat ini kondisinya mulai membaik, dan wilayah yang masih terdampak tersisa di Desa Kahala Ilir. Ini banjir kiriman dari Tabang dan sekarang airnya sudah mulai surut,” ujar Kaspul.
Hal senada disampaikan warga Desa Kahala Ilir. Salah seorang warga mengungkapkan bahwa puncak banjir terjadi sekitar satu minggu lalu dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa. Seiring waktu, genangan air perlahan menurun.
“Sekitar semingguan ini banjir, waktu puncaknya air sampai paha orang dewasa. Sekarang sudah mulai surut, tinggal sekitar semata kaki,” katanya.
Curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kecamatan Kenohan. Menyikapi kondisi tersebut, Polsek Kenohan bersama unsur terkait terus melakukan siaga dan pemantauan untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas.
Pada Rabu (21/1/2025) sekitar pukul 17.00 WITA, Kapolsek Kenohan AKP Giri Pratiwo memimpin langsung kegiatan monitoring di desa-desa terdampak banjir akibat luapan Sungai Belayan dari wilayah hulu, termasuk Kecamatan Tabang dan Kembang Janggut.
Di Desa Kahala Ilir, banjir menggenangi Jalan Desa RT 07 dan RT 08 dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Air juga masuk ke pekarangan rumah warga, sehingga aktivitas masyarakat sementara dilakukan menggunakan perahu. Genangan serupa turut terlihat di sekitar halaman Kantor Desa Kahala Ilir.
Sementara itu, di Desa Semayang, air merendam jalan akses masuk desa sepanjang 50 hingga 400 meter dengan ketinggian antara 40 hingga 70 sentimeter. Kendaraan roda dua maupun roda empat tidak disarankan melintas, dan akses desa dilakukan menggunakan perahu cess, termasuk untuk mengangkut sepeda motor.
Banjir cukup parah juga terpantau di Jalan HTI PT AAU, Loa Surut, Desa Kahala, dengan ketinggian air mencapai sekitar satu meter dan arus yang cukup deras. Seluruh akses menuju Desa Teluk Bingkai tidak dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda enam, sehingga warga mengandalkan perahu klotok untuk mobilitas.
Kapolsek Kenohan AKP Giri Pratiwo menyampaikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa maupun kerusakan berat. Namun, aktivitas masyarakat mulai terganggu dan debit air masih berpotensi meningkat apabila hujan kembali turun di wilayah hulu.
“Kami terus berkoordinasi dengan perangkat desa, Linmas, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas untuk menghimbau warga agar tetap waspada, khususnya yang tinggal di bantaran anak sungai,” tegas AKP Giri Pratiwo.
Hingga berita ini diturunkan, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kecamatan Kenohan terpantau aman dan kondusif. Aparat gabungan tetap siaga melakukan pemantauan berkala serta memberikan bantuan apabila diperlukan.



