Tersangka Kericuhan di Tabang Diamankan di Polres Kukar, Situasi Berangsur Kondusif

redaksi

Distriknews.co, TABANG – Situasi di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berangsur kondusif setelah sejumlah pihak yang disebut sebagai tersangka dalam kasus yang memicu aksi massa sebelumnya diamankan kepolisian.

Camat Tabang, Azmi Riyandi Elvander, mengatakan para tersangka telah diamankan dan saat ini berada di Polres Kukar. Namun, ia belum dapat menyampaikan identitas maupun jumlah pasti tersangka karena pemerintah kecamatan masih menunggu keterangan resmi dari pihak kepolisian.

“Ya, sudah. Para tersangka itu sudah diamankan polisi di Polres,” ujar Azmi, Minggu (9/8/2026).

Menurut Azmi, proses penangkapan para tersangka tidak dilakukan di wilayah Kecamatan Tabang. Setelah diamankan, mereka kemudian dibawa ke Polres Kukar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Ya, memang penangkapannya tidak di Tabang,” katanya.

Sementara itu, kondisi keamanan di Tabang pada Minggu terpantau lebih tenang dibandingkan situasi sebelumnya. Azmi menyebut masyarakat telah kembali beraktivitas dan tidak ada lagi pergerakan massa seperti yang terjadi setelah munculnya dugaan adanya unsur perkelahian di balik kasus kecelakaan yang menewaskan satu orang.

Azmi juga mengatakan Kapolres Kukar turun langsung memimpin proses olah tempat kejadian perkara (TKP). Pemerintah kecamatan masih menunggu perkembangan hasil penyelidikan sebelum pihak kepolisian menyampaikan keterangan resmi kepada publik.

“Ini hari ini, Pak Kapolres langsung yang memimpin olah TKP itu. Mungkin ada perkembangan lagi, kita nanti sudah tunggu rilisnya hasil dari ini,” jelasnya.

Ia mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti siapa saja yang nantinya akan ditetapkan sebagai tersangka dan diumumkan oleh kepolisian. Karena itu, pemerintah kecamatan memilih tidak menyampaikan informasi yang masih berkembang di masyarakat.

“Kita enggak tahu nih siapa-siapa yang nanti muncul, nama-namanya yang akan dirilis sebagai tersangka seperti itu,” ujarnya.

Di tengah situasi yang mulai kondusif, Azmi menyebut dirinya juga masih melakukan koordinasi bersama jajaran pemerintah desa dan kepala adat. Pertemuan tersebut dilakukan untuk menjaga situasi keamanan sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang benar mengenai perkembangan kasus.

“Nah, ini jam 1 saya masih menunggu di kantor. Ada Polres, ada pertemuan dengan seluruh kepala desa dan kepala adat,” ungkapnya.

Menurut Azmi, salah satu tuntutan utama massa dalam aksi sebelumnya adalah agar kepolisian segera mengungkap pihak yang diduga terlibat dan melakukan tindakan hukum dalam waktu paling lambat 2 x 24 jam. Kini, setelah para tersangka diamankan, masyarakat disebut mulai lebih tenang.

“Iya, sudah tenang. Ini kan yang inti tuntutan daripada aksi kemarin itu kan paling lambat 2 x 24 jam untuk merilis para tersangka dan mengamankan para tersangka,” katanya.

Meski demikian, Azmi meminta masyarakat tetap menunggu informasi yang disampaikan secara resmi oleh Polres Kukar. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menjadikan informasi yang beredar di media sosial maupun kabar dari sumber yang belum terverifikasi sebagai dasar untuk mengambil kesimpulan.

“Tapi kan kita menunggu secara resmi, ya, dari Polres. Baru beredar berita-berita yang belum resmi. Jadi berkembang macam-macam lagi itu kalau kita kabarkan yang bukan rilis resmi dari Polres,” tegasnya.

Azmi menambahkan, pemerintah kecamatan akan mengikuti perkembangan proses hukum dan menyerahkan penanganan perkara kepada aparat penegak hukum. Ia berharap masyarakat tetap menjaga ketenangan dan tidak kembali melakukan aksi yang dapat mengganggu keamanan di wilayah Tabang.

“Jadi kita akan menunggu rilis resmi dari Polres,” pungkas Azmi.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?