Distriknews.co, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyiapkan konsep revitalisasi Tangga Arung Square (TAS) di Tenggarong dengan menjadikannya sebagai pusat aktivitas ekonomi kreatif bagi generasi muda. Konsep tersebut terinspirasi dari kawasan kreatif di Kota Bandung yang berhasil menghidupkan kembali pasar yang sebelumnya sepi.
Gagasan itu disampaikan Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, usai meninjau kawasan Tangga Arung Square, Senin (6/7/2026) malam. Menurutnya, peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan kerja ke Bandung beberapa waktu lalu.
Rendi mengatakan, selama berada di Bandung dirinya bersama rombongan mengunjungi sejumlah lokasi, termasuk kawasan Kosambi, yang dinilai berhasil mengubah kawasan pasar yang sebelumnya tidak berkembang menjadi pusat aktivitas ekonomi kreatif melalui keterlibatan pelaku usaha muda.
“Hari ini kami berada di Tangga Arung Square. Ini merupakan tindak lanjut dari perjalanan dinas kami ke Bandung. Di sana kami mengunjungi beberapa lokasi, salah satunya kawasan Kosambi, serta beberapa titik lain yang sebelumnya merupakan pasar mati, namun kini berhasil hidup kembali berkat peran anak-anak muda,” ujarnya.
Menurut Rendi, konsep serupa akan diterapkan di Tangga Arung Square setelah mendapatkan arahan dan persetujuan dari Bupati Kukar. Salah satu blok yang saat ini banyak ditempati ruko kosong dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kawasan usaha kreatif.
Ia menjelaskan, pemerintah akan memprioritaskan pelaku usaha muda yang telah memiliki bisnis aktif di Tenggarong untuk mengisi ruko-ruko yang belum dimanfaatkan. Para pelaku usaha nantinya diberikan keleluasaan menata dan mendesain tempat usahanya agar memiliki daya tarik tersendiri.
“Nantinya kawasan ini akan diisi oleh pedagang aktif di Tenggarong, terutama anak-anak muda yang baru merintis usaha di Kutai Kartanegara. Kami akan menyediakan lapak bagi mereka dan memberikan kebebasan untuk memodifikasi tempat usahanya semenarik mungkin,” katanya.
Rendi menyebut konsep kawasan tersebut akan memadukan berbagai jenis usaha yang identik dengan gaya hidup anak muda, seperti coffee shop, barber shop, toko pakaian (clothing), hingga usaha kuliner dan ekonomi kreatif lainnya.
“Pasti ada coffee shop. Konsepnya kurang lebih seperti ini, satu lorong atau satu blok diisi oleh berbagai usaha anak muda. Selain coffee shop juga ada barber shop, clothing, kuliner, dan berbagai usaha berbasis youth culture,” jelasnya.
Ia menegaskan revitalisasi akan memanfaatkan bangunan yang sudah ada di Tangga Arung Square. Langkah itu dipilih karena dinilai lebih efisien dibanding membangun kawasan baru yang membutuhkan investasi besar.
Di sisi lain, Rendi memastikan rencana menghadirkan bioskop di Tenggarong tetap menjadi bagian dari program pengembangan kawasan. Namun, pemerintah ingin memastikan investasi yang masuk mampu memberikan manfaat jangka panjang sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami tetap ingin menghadirkan bioskop di Tenggarong. Namun kami juga ingin memastikan investasi tersebut memberikan manfaat dan Pendapatan Asli Daerah yang optimal. Peluangnya masih terbuka bagi siapa saja yang ingin berinvestasi,” pungkasnya.
Reporter: Muhammad Zailany


