Distriknews.co Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mulai menyoroti keberadaan pasar tumpah yang dinilai berdampak terhadap aktivitas perdagangan di sejumlah pasar tradisional, termasuk Pasar Mangkurawang. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, kondisi di lapangan menunjukkan masih adanya aktivitas pasar tumpah di beberapa titik dalam kota yang turut memengaruhi daya beli dan distribusi pembeli di pasar resmi. Pemerintah pun berencana melakukan penataan secara bertahap.
“Terkait kondisi di lapangan, masih terdapat pasar-pasar tumpah di kota. Fakta menunjukkan bahwa sebagian pedagang berasal dari luar Kutai Kartanegara,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa langkah penertiban akan dilakukan secara tegas, namun tetap mempertimbangkan aspek sosial ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang kecil yang menggantungkan penghasilan dari aktivitas tersebut.
“Ke depan akan dilakukan penertiban secara tegas, dengan tetap memperhatikan penghasilan masyarakat, khususnya di wilayah seperti Mangkurawang,” lanjutnya.
Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan sebelumnya, pemerintah juga mencermati kondisi jumlah pedagang di pasar yang tidak terlalu padat. Hal ini diperkirakan dipengaruhi oleh momentum menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Hasil sidak pasar kemarin menunjukkan bahwa jumlah pedagang tidak terlalu banyak, kemungkinan karena momentum mendekati Lebaran, sehingga perputaran ekonomi meningkat dan masyarakat lebih aktif berbelanja,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi tersebut secara umum masih berada dalam batas yang wajar dan tidak menunjukkan adanya gangguan signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah daerah memastikan bahwa kondisi inflasi dan deflasi di Kukar saat ini masih terkendali dengan baik. Hal ini menjadi indikator penting bahwa stabilitas harga kebutuhan pokok masih terjaga.
“Saat ini, kondisi deflasi dan inflasi masih dalam keadaan terkontrol dengan baik,” tegasnya.
Pemkab Kukar pun berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga dan aktivitas pasar, guna memastikan keseimbangan antara kepentingan pedagang dan kenyamanan masyarakat sebagai konsumen.
Dengan langkah penataan yang terukur, diharapkan aktivitas perdagangan di pasar tradisional dapat kembali optimal, sekaligus menciptakan lingkungan pasar yang tertib, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh pelaku usaha.
Penulis: Muhammad Zailany


