Kebakaran Lahan Gambut di Muara Leka Belum Padam, BPBD Sebut Api Masih Menjalar di Bawah Tanah

redaksi

Kebakaran di Muara Leka, Muara Muntai - Kukar.

Distriknews.co, MUARA MUNTAI – Kebakaran lahan di Desa Muara Leka, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), masih dalam penanganan hingga Jumat (21/8/2026). Titik api yang terdeteksi sejak 10 Agustus 2026 itu belum sepenuhnya berhasil dipadamkan karena sebagian lokasi merupakan lahan gambut dengan kedalaman hampir satu meter.

Koordinator Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar, Novan Fahrozi, mengatakan tim gabungan masih melakukan pemadaman di sejumlah titik. Penanganan selama tiga hari terakhir difokuskan pada salah satu blok yang dinilai paling parah terdampak kebakaran.

“Untuk kondisi sekarang ini, yang kami tangani sudah mulai bisa dikendalikan. Cuma untuk wilayah blok yang lain, kami belum tahu informasinya,” kata Novan, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, kondisi lahan gambut menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Api tidak hanya terlihat di permukaan, tetapi dapat menjalar melalui bagian akar dan lapisan gambut di bawah tanah. Kondisi itu membuat petugas harus memastikan tidak ada lagi asap maupun titik panas sebelum lokasi dinyatakan aman.

“Gambutnya hampir satu meter kedalamannya. Dalam satu hari, area yang bisa dipadamkan tidak terlalu luas karena api bisa menjalar dan tetap menyala di bagian akar atau di bawah permukaan tanah,” jelasnya.

Novan menyebut masih terdapat sejumlah titik api yang belum padam. Meski demikian, intensitas asap dan kobaran api mulai berkurang setelah petugas melakukan pemadaman secara terus-menerus. Hingga kini, BPBD belum dapat memastikan luasan lahan yang terbakar karena proses penanganan masih berlangsung.

“Untuk luasan sampai sekarang kami belum bisa memberikan informasi karena masih dalam proses pemadaman. Mungkin pihak perusahaan yang lebih mengetahui luasannya,” ujarnya.

Kebakaran tersebut terjadi di kawasan yang terdiri atas hutan dan area Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan perkebunan kelapa sawit. Lokasi yang terdampak berada di area perkebunan sawit milik PT JMS di Desa Muara Leka.

Penanganan dilakukan secara gabungan antara BPBD Kukar, Manggala Agni dan pihak perusahaan. Petugas bekerja secara bergantian sejak pagi hingga malam untuk mencegah api kembali meluas.

“Untuk kami, BPBD bersama Manggala Agni bekerja siang dan malam. Dari pagi sampai sore, kami bersama Manggala Agni melakukan pemadaman. Kemudian pada malam hari, pihak perusahaan juga melakukan pemadaman dengan melibatkan para pekerjanya,” tutur Novan.

Dari BPBD Kukar, sebanyak sembilan personel dikerahkan, sementara Manggala Agni menurunkan lima personel. Berdasarkan hasil rapat, jumlah keseluruhan orang yang terlibat dalam penanganan kebakaran tersebut mencapai lebih dari 200 orang, termasuk pekerja dari pihak perusahaan.

Dalam operasi pemadaman, BPBD mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya unit tangki berkapasitas 5.000 liter, mesin pompa apung, mesin Tohatsu dan mobil slip on. Sementara Manggala Agni menggunakan mesin pompa untuk membantu membasahi area yang terbakar.

Petugas juga menggunakan foam tipe A untuk membantu mempercepat proses pemadaman. Cairan tersebut digunakan terutama untuk menangani material seperti kayu dan vegetasi yang terbakar.

“Sudah mulai bisa dikendalikan, alhamdulillah. Kami terus melakukan pemadaman. Mudah-mudahan ada hujan juga sehingga bisa membantu mempercepat proses pemadaman,” kata Novan.

Terkait penyebab kebakaran, Novan menyebut informasi sementara yang diterima dari pihak perusahaan mengarah pada aktivitas warga yang mencari ikan dengan cara membakar semak di luar kawasan HGU. Api kemudian diduga merembet dengan cepat hingga masuk ke area perkebunan.

“Informasinya dari pihak perusahaan, ada warga yang mencari ikan dengan cara membakar semak di luar area HGU mereka. Kemudian, tanpa disadari, api merembet dengan cepat hingga masuk ke wilayah HGU perusahaan,” ungkapnya.

Namun, penyebab tersebut masih berupa informasi awal dan belum menjadi kesimpulan akhir mengenai sumber kebakaran. Sementara itu, tim gabungan masih memprioritaskan pemadaman dan memastikan titik api tidak kembali menyebar ke kawasan lain.

Novan menegaskan, kondisi kebakaran belum dapat dinyatakan sepenuhnya terkendali karena proses pemadaman dinilai belum mencapai separuh dari keseluruhan area yang terdampak. Petugas juga masih menghadapi potensi munculnya kembali titik api dari lapisan gambut.

Dengan kondisi tersebut, proses penanganan diperkirakan masih membutuhkan waktu. Petugas berharap hujan dapat turun untuk membantu membasahi lahan sekaligus mengurangi potensi api kembali muncul dari dalam lapisan gambut.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?