Kerusakan Taman Musik Lebih dari 50 Meter, DPRD Desak PU Segera Bertindak

Muhammad Zailany

Distriknews.co, TENGGARONG – Kerusakan turap di kawasan Taman Musik dan sisi jalan Jembatan Kedaton Agung menjadi perhatian serius Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Ahmad Yani. Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum (PU) segera melakukan penanganan agar kerusakan tidak semakin meluas dan membahayakan kondisi infrastruktur di pusat Kota Tenggarong.

Permintaan tersebut disampaikan Ahmad Yani saat meninjau langsung sejumlah titik kerusakan bersama Kepala Dinas PU Kukar, Wiyono, Selasa (3/11/2026). Dalam peninjauan itu, ia menemukan kerusakan tidak hanya terjadi pada konstruksi yang baru dibangun, tetapi juga pada sejumlah bagian struktur lama yang mulai mengalami retakan.

Menurut Ahmad Yani, kondisi tersebut perlu ditelusuri secara menyeluruh. Sebab, kerusakan diduga tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan konstruksi, tetapi juga dipengaruhi karakteristik tanah, getaran kendaraan yang melintas, hingga kondisi alam di sekitar lokasi.

“Setelah berkoordinasi dengan Kepala PU, secara perencanaan clear, pelaksanaan tesnya juga tidak ada yang dilanggar. Cuma memang sepertinya ada anomali terkait dengan struktur tanah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kawasan Taman Musik dan sekitarnya berada di atas tanah timbunan yang memiliki karakteristik tertentu. Aktivitas kendaraan, terutama kendaraan bertonase besar, juga berpotensi menimbulkan tekanan dan getaran yang memengaruhi kondisi tanah serta struktur bangunan.

Selain itu, perubahan kondisi cuaca turut menjadi faktor yang perlu diperhitungkan. Minimnya curah hujan dan kondisi sungai yang mengalami penyusutan air diduga dapat memengaruhi stabilitas tanah di kawasan tersebut.

“Ini membuktikan bahwa yang sudah existing dari awal saja memang ada retakan. Itu karena pengaruh tanah, pengaruh alam, termasuk juga kondisi sungai yang kekeringan itu juga berpengaruh,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti kerusakan harus dipastikan melalui pemeriksaan dan kajian teknis. DPRD Kukar akan mempelajari persoalan tersebut lebih mendalam, sedangkan Dinas PU diminta segera menentukan langkah penanganan berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

Ahmad Yani menekankan, seluruh bagian infrastruktur yang mengalami kerusakan harus segera diperbaiki. Ia tidak ingin persoalan tersebut dibiarkan berlarut-larut karena lokasinya berada di kawasan strategis yang menjadi salah satu wajah Kota Tenggarong.

“Yang pada intinya adalah ini semua harus diperbaiki. Ini harus dikunci, diselesaikan. Kalau tidak, ini bisa roboh semua nanti,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Yani juga menyampaikan sejumlah masukan mengenai alternatif material konstruksi yang dapat digunakan untuk pemulihan. Salah satunya adalah penggunaan batu gunung yang dinilai dapat dipertimbangkan untuk menghadapi getaran maupun perubahan karakteristik tanah.

Namun, ia menyerahkan keputusan mengenai metode dan material yang akan digunakan kepada Dinas PU setelah melalui kajian teknis. Termasuk menentukan apakah struktur lama masih memungkinkan untuk dipertahankan atau perlu dibongkar dan dibangun kembali.

“Kalau perlu batu gunung yang kuat, mungkin dikasih alam, yang mungkin bisa bertahan lama. Bertahan dengan getaran, dengan pengaruh-pengaruh struktur tanah dan seluruh semuanya. Tapi nanti ditentukan oleh kajian-kajian teknisnya,” jelasnya.

Ia memperkirakan kerusakan di kawasan Taman Musik membentang sepanjang lebih dari 50 meter. Sementara itu, kebutuhan anggaran untuk pemulihan belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil perhitungan teknis dan penentuan metode pengerjaan.

Ahmad Yani berharap kajian dan persiapan anggaran dapat dilakukan secepatnya. Ia bahkan mendorong pemerintah daerah mencari peluang anggaran dalam waktu dekat agar proses perbaikan bisa direalisasikan pada 2027 tanpa harus menunggu lebih lama.

“Kalau bisa masih ada dua bulan ini, dicarikan celah anggaran, dikaji secepatnya. Kemudian 2027 diperbaiki. Karena tidak mungkin kita menunggu tahun depan lagi, dua tahun lagi,” pungkasnya. (Adv)

Reporter: Muhammad Zailany | Penyunting: Ali Mashar

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?