Sembilan Desa di Kukar Butuh Peningkatan Kapasitas PLTS

redaksi

Distriknews.co, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatat ada sembilan desa yang telah memiliki pembangkit listrik tenaga surya (PLTS), namun kapasitas listrik yang tersedia masih belum maksimal.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, mengatakan pembangunan PLTS di sembilan desa tersebut telah dilakukan. Namun, kapasitas yang dibangun masih menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.

“Ya, ada sembilan desa yang pembangkit listrik tenaga suryanya sudah kita bangun, tetapi kapasitasnya masih belum maksimal,” kata Arianto, Minggu (20/9/2026).

Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pembangunan kapasitas listrik untuk sementara disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan yang tersedia. Anggaran yang ada harus dibagi untuk memenuhi kebutuhan pembangunan di berbagai wilayah.

“Artinya, anggaran yang tersedia harus dibagi sehingga untuk sementara kita baru bisa membangun kapasitas listrik sesuai kemampuan anggaran,” ujarnya.

Meski pembangunan PLTS telah dilakukan, Arianto menyebut kebutuhan listrik masyarakat di sembilan desa tersebut masih dapat ditingkatkan. Karena itu, pemerintah daerah membutuhkan dukungan serta kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.

“Sementara itu, kebutuhan masyarakat masih bisa ditingkatkan. Karena itu, kita berharap ada dukungan dan kolaborasi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” jelasnya.

Arianto menegaskan, dari sisi pembangunan dan pemenuhan akses listrik, program tersebut pada dasarnya telah rampung. Persoalan yang masih perlu ditindaklanjuti adalah bagaimana meningkatkan kapasitas daya listrik yang telah tersedia agar lebih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Sebenarnya pembangunan dan pemenuhan listriknya sudah rampung,” katanya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk mencari dukungan dalam peningkatan kapasitas PLTS di sembilan desa tersebut.

“Tinggal bagaimana kita berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat untuk memaksimalkan daya listrik yang sudah tersedia,” ungkap Arianto.

Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan dapat masuk dalam perencanaan anggaran pada 2027. Dengan demikian, kapasitas listrik yang tersedia di sembilan desa dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Mudah-mudahan peningkatan kapasitas tersebut bisa masuk dalam anggaran tahun 2027,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?