Polsek Tabang Tangkap Pemuda dengan 3 Poket Sabu dalam Operasi Antik Mahakam 2026

redaksi

Distriknews.co, TABANG – Jajaran Polsek Tabang, Polres Kutai Kartanegara, berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika dalam pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2026. Seorang pemuda berinisial RI (25) diamankan bersama barang bukti narkotika jenis sabu di wilayah hukum Polsek Tabang, Rabu (22/7/2026).

Penangkapan tersebut berawal dari laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas peredaran narkotika di Kecamatan Tabang. Menindaklanjuti informasi itu, personel Polsek Tabang melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan terduga pelaku.

Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan tiga poket sabu dengan berat bruto 1,18 gram yang diduga akan diedarkan. Selain itu, polisi juga menyita 16 plastik klip bening, satu unit telepon genggam merek Itel warna hitam, satu unit sepeda motor CRF warna hitam kombinasi merah, serta satu celana jeans biru yang diduga berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

Kapolsek Tabang, IPTU Yohan Lihu, mengatakan pengungkapan tersebut merupakan bagian dari komitmen kepolisian dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya.

“Kami akan terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap pelaku penyalahgunaan narkoba. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi demi menjaga lingkungan tetap aman dan bersih dari narkoba,” ujar IPTU Yohan Lihu.

Ia menambahkan, peran masyarakat sangat penting dalam membantu kepolisian mengungkap jaringan peredaran narkotika. Informasi yang disampaikan warga menjadi salah satu faktor keberhasilan aparat dalam melakukan penindakan.

Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Polsek Tabang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Atas dugaan perbuatannya, RI akan diproses sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Polisi juga masih melakukan pendalaman untuk mengetahui kemungkinan adanya keterlibatan pelaku lain maupun jaringan peredaran narkotika yang lebih luas.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?