Kesultanan Kutai Terima Klarifikasi PT KPB, Sultan Tekankan Evaluasi dan Penghormatan Adat

redaksi

Distriknews.co Tenggarong – Pihak Kesultanan Kutai Kartanegara menanggapi pertemuan dengan jajaran manajemen PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB) yang berlangsung pada Rabu lalu. Tanggapan tersebut disampaikan oleh Pangeran Hario Notonegoro di Tenggarong, Sabtu (24/1/2026).

Pangeran Hario menjelaskan bahwa kunjungan PT KPB ke Kesultanan Kutai merupakan bentuk itikad baik perusahaan untuk bersilaturahmi langsung dengan Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin. Dalam pertemuan tersebut, hadir Direktur Utama PT KPB beserta sejumlah pejabat utama perusahaan.

“Alhamdulillah pihak Pertamina datang langsung, Direktur Utamanya hadir bersama jajaran, menemui ayahanda Sultan untuk menyampaikan permohonan maaf, klarifikasi, sekaligus memberikan penghargaan atas kehadiran Sultan pada acara peresmian Kilang Pertamina di Balikpapan,” ujar Pangeran Hario.

Menurutnya, Sultan Kutai sebagai tokoh adat dan orang tua memberikan arahan yang bersifat menyejukkan. Arahan tersebut menekankan agar peristiwa yang menjadi perhatian bersama dijadikan bahan evaluasi, bukan polemik berkepanjangan.

“Sultan memberikan nasihat agar proses ini dijadikan pembelajaran dan diambil hikmahnya, supaya ke depan tidak terulang lagi hal-hal serupa,” jelasnya.

Pangeran Hario juga menyinggung bahwa perhatian terhadap adat dan penghormatan kepada raja-raja di Nusantara sejalan dengan sikap Presiden Republik Indonesia. Ia menyebut Presiden memiliki perhatian khusus terhadap nilai-nilai adat dan sejarah kerajaan sebagai bagian dari perjalanan bangsa.

“Ini juga menjadi perhatian langsung dari Bapak Presiden. Beliau sangat konsen dan menghargai para raja dan sultan di Nusantara, karena kerajaan-kerajaan inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya NKRI,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Kesultanan Kutai memandang bahwa bergabungnya kerajaan-kerajaan ke dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah bentuk pengabdian terhadap bangsa. Oleh karena itu, sikap saling menghormati antara negara, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga adat harus terus dijaga.

“Karena kita sudah menjadi bagian dari NKRI, maka kita wajib menjunjung tinggi siapa pun yang menjadi Presiden. Dan Alhamdulillah, Presiden kita saat ini sangat menghargai adat dan adab. Itu terlihat jelas dari sikap dan kebijakan beliau,” katanya.

Pangeran Hario berharap pertemuan tersebut menjadi awal komunikasi yang lebih baik antara PT KPB dan Kesultanan Kutai, sekaligus memperkuat sinergi antara dunia usaha dan lembaga adat di Kalimantan Timur.

“Harapan kami, ke depan hubungan ini semakin baik, saling menghormati, dan bersama-sama berkontribusi untuk kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Sumber: Facebook Janik Kartun

Baca juga

Bagikan: